Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Belajar menulis untuk mengisi waktu luang

Pencinta Alam yang hobi mendaki gunung, membaca dan bercerita. Penikmat kopi dan langit senja.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Ksatria Terpenjara

12 Mei 2021   08:41 Diperbarui: 12 Mei 2021   08:46 55 3 0 Mohon Tunggu...


Berita penemuan bangunan kuno di kawasan Mataram menarik perhatian Gubernur Raffles. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuatnya bersegera ingin menjelajahi Pulau Jawa. Sayangnya tugas administrasi di Batavia cukup menyedot semua tenaganya. Ia belum sempat menyiapkan sebuah ekspedisi yang diimpi-impikannya. 

Penemuan struktur kuno di Magelang cukup membuatnya bersemangat. Seorang kontrolir berkebangsaan Belanda yang sekarang menjadi asistennya menceritakan sebuah mitos ksatria terpenjara di sebuah bangunan besar stupa. Asistennya itu juga menceritakan dua bangunan lainnya juga menunggu diekskavasi. Dua bangunan itu terletak di Jogja dan Sala.

Sebagai kepanjangan tangan Raffles, Cornelius yang ahli dalam kepurbakalaan diberi surat mandat untuk melakukan penyelidikan dan membuat dokumentasi rinci. Untuk membantu pekerjaannya dia didukung sejumlah asisten seperti ahli gambar, ahli bahasa, ahli filsafat, ahli agama serta ahli konstruksi sipil. Mereka berangkat dari Semarang dengan dikawal 40 serdadu pilihan.

Tiba di Magelang, Cornelius disambut oleh Wedana setempat yaitu Kiai Wilawuk. Kiai Wilawuk ternyata sudah menyiapkan 200 tenaga ekskavasi dengan perlengkapan gali lengkap. Mereka kemudian bergerak ke Bumisambara untuk melihat reruntuhan candi yang oleh masyarakat disebut sebagai Barabudur. Ini adalah kali kedua Cornelius datang ke Barabudur. Jauh sebelum mendapat surat perintah dari Raffles, Ia sudah melakuan survey awal.

Kiai Wilawuk yang seorang priyayi Mataram dengan penuh semangat menjelaskan filosofi bangunan bertumpuk itu.

"Bangunan ini adalah penggambaran dari mitologi pemindahan Gunung Mahameru. Bangunan persegi yang menghadap keempat penjuru angin adalah penggambaran kura-kura penjelmaan Dewa Wisnu sementara bangunan melingkar yang berisi stupa berlubang adalah penggambaran naga raksasa yang menjadi penjelmaan Dewa Brahma."

"Sejak kapan bangunan ini dibangun, Tuan?" tanya Cornelius

"Sejak keturunan Alexander Yang Agung menguasai Jawa. Bangunan ini sekaligus menunjukkan perpindahan kekuasaan dari satu dinasti ke dinasti lainnya. Bangunan ini juga merupakan simbol kekaisaran Maurya yang kalau Tuan mempelajari di perpustakaan Semarang berwujud roda yang dipikul oleh empat ekor singa"

"Bukankah Alexander mati diracun di Babilonia?"

"Itu bukan Alexander. Yang mati diracun adalah seseorang yang diserupakan sepertinya yaitu Hephaistion. Pertanyaan Tuan sangat mirip dengan pertanyaan yang pernah diajukan oleh Tuan Residen kepada saya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x