Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Belajar menulis untuk mengisi waktu luang

Pencinta Alam yang hobi mendaki gunung, membaca dan bercerita. Penikmat kopi dan langit senja.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Tanah Perjanjian

10 Mei 2021   08:03 Diperbarui: 10 Mei 2021   08:20 84 3 0 Mohon Tunggu...


Hydaspes adalah titik terjauh yang bisa dijangkau oleh Alexander dan sahabat-sahabatnya. Di sungai ini untuk terakhir kalinya, tentara Yunani berhasil mengalahkan Raja Porous yang memiliki tentara gajah. Tentara Yunani mengalahkan tentara gajah dengan melempari hewan besar itu dengan katapul yang berisi peluru yang sudah dilumuri dengan minyak dan dibakar. 

Raja Porous yang saat itu bertarung dengan gagah berani sangat memukau hati Alexander. Seumur hidupnya mungkin hanya Raja Porous dan balatentaranya yang memberikan perlawanan terbaik. Karena kekaguman itu Alexander tidak merampas kerajaan musuhnya. Ia justru menjadikan Raja Porous sebagai sahabatnya.

Tujuan ekspedisi Alexander masih jauh dari ekspektasi. Ia masih menginginkan ujung dunia seperti yang digambarkan gurunya. Sayangnya tentara Yunani yang bertahun-tahun tidak kembali ke sanak keluarganya menolak untuk melangkah lebih jauh. Mereka mengajukan permohonan untuk kembali ke Macedonia. 

Tentara Eropa itu gentar mendengar kekuatan musuh yang jauh lebih kuat dan perkasa dari musuh terakhir mereka di Hydaspes. Mereka mendengar cerita keperkasaan Kerajaan Magada yang memiliki delapan puluh ribu penunggang kuda, enam ribu pasukan gajah, delapan ribu pasukan kereta dan infanteri sebanyak dua ratus ribu.

Hati Alexander hancur. Impiannya untuk menemukan ujung dunia terhadang bukan oleh musuhnya. Cita-cita besarnya itu justru kandas oleh orang-orang terdekatnya. Alexander meraung-raung di dalam tendanya. Ia sedih sekaligus marah oleh kepengecutan tentara yang sudah menemaninya menaklukkan Asia. Alexander mabuk seharian sampai sepupunya yaitu Hephaistion menjenguknya dan memberi nasehat.

"Jika kuda perang sudah tidak sanggup berderap di kancah pertempuran maka artinya kuda itu sudah harus dipensiunkan. Kamu membutuhkan kuda baru yang bisa menemanimu untuk mewujudkan cita-cita besar Bangsa Yunani."

Nasehat itu sangat mengena di hati Alexander. Malam itu ia kemudian mengundang Ptolomeus untuk datang ke tenda. Mereka bertiga kemudian menyusun langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan tindakan makar yang dilakukan tentara Yunani. 

Secara pribadi Alexander mempunyai pendapat untuk menghukum mati para provokator termasuk dari kalangan sahabat-sahabatnya sendiri. Pendapat ini langsug ditolak oleh sepupunya. Ptolomeus mengusulkan agar Alexander kembali ke Babilonia dan menyusun ulang tentara yang hendak dibawanya untuk menaklukkan India. Alexander menolak usulan Ptolomeus. Raja berumur 32 tahun itu kekeuh tidak akan kembali ke Macedonia.

"Hanya kematian yang bisa menghentikan langkahku. Aku tidak bisa mundur sekarang"ujar Alexander mantap.

Mereka berdebat cukup sengit sampai akhirnya Roxana datang membawa minuman dan babi panggang. Setelah membagikan makanan istri Alexander itu pergi. Di pintu keluar Roxana berkata :

"Ptolomeus mempunyai kekasih di Alexandria maka dia akan menjadi orang Alexandria. Hephaistion mempunyai istana di Babilonia sementara Alexander mempunyai kuda paling setia di Buchepala. Apakah Alexander akan meninggalkan kuda yang telah membawanya ke tanah India?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN