Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Belajar menulis untuk mengisi waktu luang

Pencinta Alam yang hobi mendaki gunung, membaca dan bercerita. Penikmat kopi dan langit senja.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Bangsa Arab

8 Mei 2021   07:42 Diperbarui: 8 Mei 2021   07:48 146 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bangsa Arab
Sumber Kompas

Islam lahir di tanah Arab melalui sosok manusia mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Bangsa Arab yang saat itu jatuh terjerembab dalam jurang kejahiliyahan berhasil diangkat derajatnya melalui perjuangan berat Nabi yang dibantu sahabat-sahabat setianya. Perjuangan Nabi Muhammad memang tidak mudah. Bangsa Arab yang saat itu sangat kolot dan bodoh berhasil diubah karakternya secara revolusioner oleh Nabi sehingga mereka sanggup membawa panji-panji Islam dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Walau tergolong terbelakang, Bangsa Arab saat itu mempunyai pondasi yang kuat sebagai tuan rumah agama Islam. Bangsa Arab terkenal karena rasa hormatnya pada tamu asing. Tidak heran banyak pedagang di masa lampau yang tidak segan untuk berdagang dengan mereka. Pada masa itu para pedagang Arab juga sudah mempunyai ikatan bisnis dengan orang-orang di luar Arab seperti Eropa, Persia India bahkan China. Tak pelak, ketika Islam sudah mempunyai pondasi yang kokoh di Mekah dan Madinah para saudagar inilah yang ikut berperan mengenalkan Islam ke seluruh dunia.

Jauh sebelum Bangsa Arab terbentuk, Timur-Tengah dikuasai oleh dua bangsa besar yaitu Eropa dan Persia. Kedua bangsa ini selalu berperang satu sama lain. Peperangan ini mencapai puncaknya ketika Alexander Yang Agung menginvasi Persia dan menjatuhkan Kisra Darius. Jatuhnya kekaisaran Persia mengawali perpindahan pusat kekuasaan di Timur-Tengah yang sebelumnya dipegang utuh oleh Kekisrahan Persia menjadi tiga pusat kekuasaan yaitu di Yunani, Yerusalem dan Alexandria.

Sebelum kewafatannya, Alexander Yang Agung membuat gebrakan dengan mengawinkan orang-orang Persia dan Eropa secara masal. Program akulturasi ini dikenal dalam sejarah sebagai program Hellenisme yang di masa depan telah ikut menentukan upaya perdamaian di Timur-Tengah. Hellenisme  tidak saja membuat upaya perdamaian antara Eropa dan Persia terjaga tetapi juga telah melahirkan sebuah bangsa baru yaitu Bangsa Arab.

Sebagai bangsa campuran laiknya Indo-China di Asia Tenggara, Bangsa Arab mempunyai keseimbangan yang cukup baik antara duniawi dan spiritual. Bangsa Arab mempunyai keterampilan yang mumpuni dalam kegiatan perdagangan sekaligus mempunyai kesadaran dan orientasi spiritual yang tidak boleh dianggap sepele. Tentu ini menjadi faktor keuntungan yang cukup besar bagi tumbuh berkembangnya Islam di masa-masa awal penyebarannya. Ditambah hubungan yang lumayan dekat dengan Alexandria, Bangsa Arab utamanya di Jazirah mempunyai pemahaman keilmuan yang memang sedari awal sudah terbentuk secara alamiah.

Dasar-dasar yang cukup kuat dari orang Arab sebagai pengemban risalah tidak serta merta menafikan peran Nabi Muhammad. Di awal perjuangan tentangan demi tentangan mengalir termasuk dari orang-orang dekat Beliau. Tidak hanya hinaan, Nabi Muhammad juga mengalami upaya kekerasan fisik bahkan ancaman pembunuhan. Untunglah, Nabi Muhammad memiliki kesabaran sekaligus ketegasan sehingga secara perlahan bisa membawa Bangsa Arab keluar dari sumur kegelapannya.

Tanah Arab dan Bangsa Arab memang dipilih Tuhan sebagai penjaga dan pembawa risalah. Paling tidak Tuhan telah memilih tanah Arab sejak kejatuhan batu dari langit yang saat ini menjadi Hajar Aswad. Batu hitam yang menjadi petunjuk besar letak sumur zam-zam memang batu biasa. Sebagaimana air zam-zam yang juga air biasa, Hajar Aswad bukanlah Tuhan yang disembah oleh orang Islam. Tapi baik Hajar Aswad maupun Zam-Zam adalah simbol  keberkahan Islam yang bisa menyatukan umat manusia sekaligus mengobati manusia yang mengalami "dahaga" spiritual.

Pun demikian berbagai "fasilitas" yang sudah disediakan oleh Tuhan itu tidak serta-merta meniadakan peran manusia sebagai pelaku "jihad". Paling tidak upaya itu sudah dilakukan sejak Alexander Yang Agung mempunyai impian untuk menyatukan dan mendamaikan Timur-Tengah melalui program Hellenismenya termasuk lahirnya Nabi Muhammad yang menjadi sosok teladan yang segala ucapan dan karakter beliau ditiru dan diteladani.  

VIDEO PILIHAN