Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Belajar menulis untuk mengisi waktu luang

Pencinta Alam yang hobi mendaki gunung, membaca dan bercerita. Penikmat kopi dan langit senja.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Malang

11 April 2021   08:35 Diperbarui: 11 April 2021   08:38 321 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Malang
Candi Kidal (Dok. Pribadi)

Gempa dengan kekuatan 6.1 mengguncang Jawa Timur kemarin. Guncangan yang sangat keras itu dirasakan merata di seluruh Jawa Timur hingga Bali. Episentrum gempa terletak di selatan Malang tepatnya di 90 KM Barat Daya. Pusat gempa ini diperkirakan sangat dekat dengan pusat gempa masa silam yang pernah meluluh-lantakkan kerajaan Kanjuruhan dan Singhasari.

Malang memang daerah yang sangat istimewa. Dari rahimnya lahir cikal-bakal raja-raja Jawa yang berkuasa sejak masa pemerintahan Ken Arok hingga Mataram Islam. Sri Sultan Hamengkubuwono X bahkan dalam sabda beliau beberapa tahun yang lalu mengungkap garis keturunan yang bersambung dengan sosok misterius yang dianggap sebagai peletak dasar kekuasaan raja-raja Jawa. 

Jika raja-raja sebelumnya tidak meninggalkan silsilah yang jelas maka pada era Wangsa Rajasa silsilah itu ditulis secara lengkap dalam kakawin maupun babad. Jika raja-raja sebelumnya berpangkal pada garis keturunan penguasa yang berasal dari India maka Ken Arok menjadi pangkal raja-raja yang asli dilahirkan dari tanah Jawa.

Wangsa Rajasa didirikan oleh Ken Arok setelah merebut Ken Dedes dari Tunggul Ametung. Kisah ini termaktub dalam kitab Pararaton. Ken Dedes digambarkan sebagai wanita cantik asli Panawijen  yang menikah secara terpaksa dengan Tunggul Ametung. Dari rahimnya, lahir raja-raja Singhasari mulai Anusapati hingga Kertanegara. Ken Dedes yang jelita membuat Ken Arok tertarik dan berupaya memperistrinya. Ken Arok kemudian memesan keris sakti pada Empu Gandring dan membunuh Tunggul Ametung. Ken Dedes kemudian ia jadikan permaisuri dan menjadi ibu dari raja-raja Singhasari.

Kisah Ken Arok di Pararaton memang cukup aneh mengingat anak keturunan Ken Arok dan Ken Dedes tidak pernah menjadi raja di Singhasari. Tohjaya yang merupakan keturunan langsung dari Ken Arok malah oleh prasastri Mula Malurung disebut sebagai Raja Kediri bukan Singhasari. 

Pun demikian Ken Umang yang disebut sebagai selir Ken Arok justru lebih tepat menjadi pendamping karena sebagai penjelmaan Dewa Syiwa Uma adalah shaktinya. Pararaton sendiri mengawali isi kakawinnya dengan menceritakan kisah pengorbanan Ken Arok di masa lampau yang bersedia menjadi tumbal bagi penyempurnaan sebuah gerbang padepokan.

Kisah percintaan Ken Arok dan Ken Dedes memang melabrak norma kesusilaan. Sebagai istri Tunggul Ametung, Ken Dedes digambarkan tertarik dengan Ken Arok. Karena ketertarikannya itu, Ken Dedes tidak bela pati melihat suaminya dibunuh oleh Ken Arok. Ken Dedes malah bersedia diperistri oleh Ken Arok. Kisah ini tentu menjadi cela dalam sejarah karena melabrak prinsip-prinsip kesejatian manusia Jawa yang berpantang untuk "merusak pagar ayu". Karena ada cela dalam isi kakawinnya, para ahli menyebut kisah pararaton adalah buatan penguasa kolonial. Tujuannya hanya satu yaitu mendowngrade kuasa raja-raja Jawa.

Secara pribadi saya tetap mempercayai bahwa Pararaton adalah kisah asli buatan pujangga Jawa. Hanya saja isi dari Pararaton adalah pasemon atas sebuah peristiwa.

Saya membayangkan sosok Ken Arok adalah pemuda biasa yang malang-melintang di wilayah Malang. Kemungkinan besar ia adalah perwira Kediri yang bertugas menjaga keamanan wilayah Malang dan sekitarnya. Ken Arok mungkin mengenal Ken Dedes jauh hari sebelum Tunggul Ametung memperistri wanita cantik itu. Keduanya kemudian saling jatuh cinta dan pernah menjalani masa-masa romantis. 

Sayang, takdir mungkin berkata lain. Ken Dedes dinikahi Tunggul Ametung sementara Ken Arok memikul beban menjadi penguasa Jawa. Cinta yang tidak berujung ke pelaminan akhirnya membuat keduanya saya bayangkan bersumpah bahwa cinta mereka di masa depan akan bersatu.

Presiden Jancuker yaitu Sudjiwo Tedjo pernah berkata bahwa : Kamu bisa berencana menikahi siapa tetapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa. Ini artinya menikah dan mencintai adalah dua hal yang berbeda. Ken Arok mungkin akhirnya menikahi Ken Umang dan menjadi penguasa Jawa tetapi tetap saja Ken Dedes adalah satu-satunya wanita yang dicintainya. Cinta keduanya memang tidak bertemu di pernikahan tetapi cinta mereka berbuah lahirnya raja besar bernama Hayam Wuruk.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x