Mohon tunggu...
Adelita Cahya Ramadani
Adelita Cahya Ramadani Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli Gizi

Nutrisionis

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Dilema PTM Terbatas dan Peningkatan Kasus Covid-19

15 Oktober 2021   10:00 Diperbarui: 15 Oktober 2021   10:57 147 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: www.republika.co.id

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sebagai Solusi dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Proses pembelajaran di masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dan siswa/mahasiswa. Bagaimana tidak, perubahan signifikan terjadi dari yang sebelumnya proses belajar mengajar diadakan secara tatap muka tanpa hambatan, kini harus terhenti dan diubah mekanismenya menjadi pembelajaran jarak jauh demi memutus rantai penyebaran virus.

Penerapan belajar secara daring yang berjalan hampir dua tahun ini telah berimbas pada masalah yang cukup serius. Kurang efektifnya pembelajaran hingga menurunnya prestasi dan capaian belajar anak merupakan dampak yang terjadi akibat sistem yang mengharuskan siswa melakukan kegiatan belajar melalui gawai. Kondisi geografis yang menimbulkan perbedaan akses internet juga menjadi suatu kendala dalam PJJ yang diberlakukan. PJJ juga sangat berdampak terutama pada tingkat sekolah dasar yang masih memerlukan interaksi untuk melakukan aktivitas fisik dan kegiatan mental bersama kelompok teman.

Maka, cara untuk mengantisipasi dampak negatif PJJ adalah dengan diselenggarakannya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Terbatas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pun telah memberikan izin kepada sekolah yang telah siap melakukan PTM terbatas, dengan salah satu syaratnya harus melalui persetujuan dan kerjasama yang baik dengan para orang tua/ wali murid.

Upaya yang Dilakukan dalam PTM Terbatas

Pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah mulai berjalan ini tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang tua siswa. Terhitung sejak 11 Oktober 2021 total kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 4.227.932 dengan angka kematian mencapai 142.651. Untuk itu, perlu diketahui informasi dasar mengenai penyebaran virus COVID-19 serta cara mencegahnya. Mengingat bahwa rute transmisi COVID-19 adalah melalui droplet dan kontak erat dengan orang lain, maka penyebarannya sangat cepat di dalam ruangan tertutup.

Beberapa prinsip yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 antara lain menghirup udara di ruang terbuka sebanyak mungkin, menggunakan masker di tempat umum, serta menjaga kebersihan diri termasuk sering mencuci tangan ataupun menyemprot desinfektan pada permukaan yang sering disentuh. 

Di bawah ini ada beberapa ketentuan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan UNICEF untuk dijadikan pedoman bagi institusi pendidikan untuk menerapkan kembali pembelajaran tatap muka.

Persyaratan yang diajukan IDAI terkait pembukaan kembali sekolah tatap muka di setiap daerah, di antaranya

  1. Kasus positif COVID-19 kurang dari 80 persen
  2. Persentase imunisasi COVID-19 yang sudah dilakukan pada anak lebih dari 80 persen
  3. Tersedianya pelayanan tes PCR SARS-COV-2 dan tempat tidur RS baik rawat inap maupun rawat intensif untuk anak
  4. Penilaian kemampuan warga sekolah dan keluarga dalam upaya mencegah penularan dijalankan dengan baik
  5. Pembukaan sekolah dilakukan secara berkala serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan dengan tetap memperhatikan jumlah kasus harian di daerah tersebut.

Selain itu juga terdapat ketentuan pelaksanaan PTM Terbatas rekomendasi dari UNICEF:

  1. Pelaksanaan pembelajaran diterapkan dengan metode hybrid, yaitu kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh.
  2. Sekolah wajib melakukan metode PTM Terbatas apabila para pendidiknya sudah mendapatkan vaksinasi.
  3. Memberlakukan pengawasan terhadap pelaksanaan belajar mengajar oleh pemerintah dan atau Dinas Pendidikan korwil.
  4. Keputusan dalam memilih metode belajar bagi anak diserahkan sepenuhnya kepada orang tua anak yang bersangkutan.
  5. Mampu beradaptasi dengan dinamika kondisi pandemi COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan pendidikan.
  6. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dapat diberhentikan jika terdapat konfirmasi kasus COVID-19 di satuan pendidikan ataupun kebijakan pemerintah daerah terkait pengendalian COVID-19.

Bagaimana Dampak Kebijakan Pembelajaran Terbatas di Negara Lain?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan