Mohon tunggu...
Adelbertus
Adelbertus Mohon Tunggu... Penulis - Penulis dan Penyair

Menulis Membentuk Keabadian - Hidupmu adalah bait puisimu https://adelbertus88.wordpress.com/ https://www.kompasiana.com/adelbertus

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kanjuruhan dan Air Mata

3 Oktober 2022   21:00 Diperbarui: 3 Oktober 2022   21:03 285 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tiada kata selain malang
Menimpa Kanjuruhan Malang
Tragedi sungguh malang
Ratap tangis menerjang

Tak ada sepak bola sebanding
Dengan nyawa orang melayang
Kanjuruhan menjadi lautan duka
Malang menjadi tragedi bencana

Jeritan, teriakan, dan desahan
Melayang menyelimuti Kanjuruhan
Malam menjadi saksi bisu Kanjuruhan
Gas air mata menjadi air mata Tuhan

Dunia berduka dunia berdoa
Doa kami sungguh sederhana
Semoga yang pergi bersama
Diampuni segala dosa dunia

Kanjuruhan Malang yang malang
Dunia berduka, tak ada sepak bola
Seharga  nyawa manusia sesungguhnya
Kanjuruhan Malang sebuah tragedi malang

Kanjuruhan, tragedi bencana
Yang tak pernah kami minta
Kisah ini sudah melekat di cakrawala
Sebuah trgedi sosial terbesar di dunia.

- Adelbertus (2022)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan