Humaniora

Hijrah: "Revolusi Moral di Bulan Suci"

16 Mei 2019   10:40 Diperbarui: 16 Mei 2019   10:51 5 1 0

Belakangan ini banyak para elit bangsa yang memperlihatkan tindakan yang luar kewajaran. Bahkan mereka menunjukan sikap amoral. Sehingga menimbulkan krisis moral di kalangan elit.

Krisis moral ini terlihat pada sikap yang di cerminkan penguasa, yang seakan-seakan tidak ada puasanya. Ketidakpuasan penguasa ini terlihat ketika banyaknya kasus korupsi yang terjadi. 

Jual beli jabatan seakan rahasia umum yang di legalkan. lebih dari itu krisi moral ini muncuat pada kontestasi politik tahun ini. Banyak kasus kecurangan yang terjadi, mulai dari jual beli suara, hingga kasus manipulasi data.

Poprematika bangsa ini seakan tidak ada habisnya. Hal ini mememang sejalan dengan regenerasi bangsa yang sudah tergerus oleh merajalelanya kasus amoral di media sosial yang menimbulakan punahnya nilai-nilai leluhur bangsa.

Pada bulan suci inilah momentum kita untuk menempa diri, dari manusia amoral ke insan yang bermoral. Bulan Ramadhan ini juga bisa di jadikan langkah awal untuk membenahi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berpuasa pada bulan ini bukan hanya sekedar menahan diri dari haus dan lapar, lebih dari itu berpuasa adalah mentraformasi diri dari kebobrokan pada manusia yang bertakwa.

Bertakwa bukan saja mendekatkan diri kepada sang pencipta, namun harus di selaraskan dengan sikap dan perbuatan pada sesama manusia di tengah-tengah masyrakat.

sebagai pemuda mari kita hiasi episode kita dengan jalan karya yang memberi manfaat luas. Sebagai mahasiswa mari kita buka mata dan jadilah jembatan yang mepersatukan. Bukan jembatan yang menyesatkan bahkan menjatuhkan.

Sebagai elit politik, pemimpin negri marilah tanya hati nurani apakah tindakan yang di lakukan selama ini sudah benar atau masih salah. Jika masih salah sekarang waktunya untuk berhijrah yang benar-benarnya. (Asyfa)