Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Guru - SDN Pakusarakan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Penguatan Sikap Spriritual Keagamaan pada Masa Pemulihan Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Bersama

4 September 2022   07:18 Diperbarui: 4 September 2022   07:24 136 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Pasca pemulihan dari situasi pandemi Covid-19 membutuhkan penataan baru dalam penyusunan program di sekolah. Kondisi siswa yang awalnya mengikuti PJJ dengan kegiatan belajar dari rumah (BDR), sekarang kembali belajar tatap muka. 

Adanya perubahan pada pembelajaran tersebut tidak menjamin siswa otomatis bisa beradaptasi terhadap program sekolah seperti sebelum ada pandemi Covid-19. Di awal-awal proses pembelajaran dibutuhkan sebuah pola pendampingan dan pembiasaan baik melalui program kurikuler, intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. 

Secara umum rangkaian program tersebut berisi aktivitas yang mengarahkan siswa untuk memperoleh penguatan Profil Pelajar Pancasila beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. 

Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan dengan kesadaran diri untuk melaksanakan kewajiban ibadah, berperilaku baik kepada teman dan lingkungan. Sedangkan berakhlak mulia berarti siswa memiliki kesadaran diri untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. 

Program penguatan yang direncanakan sekolah yang berfokus pada pembinaan agar siswa memiliki karakter beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia dilakukan dengan program, yang berbentuk:

1. Program Rutin 

Sebagai bentuk program nyata yang dilakukan di sekolah yang dilakukan secara rutin setiap hari atau dirancang dalam satu Minggu ada satu hari untuk dilaksanakan di sekolah. 

Program rutin harian biasanya ditanamkan sejak siswa memasuki gerbang sekolah, dengan membiasakan budaya mengucapkan salam kepada Bapak dan Ibu guru, berdoa sebelum belajar, membacakan Asmaul Husna bersama-sama, sholat dzuhur berjamaah, pembacaan surat pendek dan sholat dhuha bersama. 

Program rutin tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, dengan harapan akan menjadi budaya positif pada diri siswa. Pada akhirnya akan menumbuhkan motivasi instrinstik untuk melakukan kegiatan keagamaan sebagai sebuah komitmen diri melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya. 

Di samping itu dikembangkan pula kesadaran diri bahwa sebagai warga sekolah mesti berperilaku yang santun sesuai norma yang berlaku, bukan karena tekanan tetapi atas kesadaran bahwa dengan membudayakan sikap baik dan sopan akan menjadikan diri bisa diterima di tengah masyarakat.

2. Program Insidentil 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan