Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Guru - Saya Ade Irma Mulyati, guru di SDN Pakusarakan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Makna Refleksi Diri Bagi Guru

28 November 2021   21:09 Diperbarui: 28 November 2021   21:14 102 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Setiap tanggal 25 Nopember, secara rutin diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Seluruh guru sedang merayakan ulang tahun. Mengingat kata ulang tahun berarti mengulang kembali tahun yang telah lalu. Menyisir perjalanan yang sudah dilewati. Bukankan itu berarti refleksi diri?

Waktu sekarang menjadi saat yang tepat untuk merefleksi perjalanan hidup setahun yang sudah dilewati. Mesti ditata dan ditelaah seluruh rangkaian peristiwa yang sudah dilalui. Apakah sudah sesuai dengan rencana awal yang dituliskan di saat peringatan ulang tahun hari guru tahun lalu? 

Melakukan refleksi diri berarti merenungkan kembali seluruh rangkaian peristiwa yang hadir di pelupuk mata. Refleksi bagi guru sangat penting maknanya untuk perbaikan pembelajaran ke depan. 

Adapun makna dari refleksi diri, sebagai berikut:

  1. Untuk mengungkapkan peristiwa di tahun lalu, maka kita harus membayangkan kembali kisah-kisah saat melakukan pembelajaran tahun lalu. Renungkan capaian hasil belajar yang ditunjukkan siswa. Putar balik kembali bagaimana siswa menikmati suka duka pembelajaran daring. Munculkan lagi bagaimana usaha guru yang berjibaku saat dipaksa harus terbiasa berdamai dengan teknologi yang diimplementasikan ke dalam pembelajaran. Bagaimana usaha keras yang telah dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dengan  mencari formulasi yang sekiranya bisa menjembatani agar siswa tetap terlayani hak belajarnya.
  2. Untuk merasakan hal penting yang sudah dilaksanakan. Saya yakin para guru telah mencoba meramu pembelajaran dengan melakukan pertemuan online secara sinkronus dan asinkronus. Seiring perjalanan waktu, ternyata hasilnya masih ada siswa yang tertinggal materi pembelajaran karena keterbatasan akses. Dicari cara baru, bisa dengan  melaksanakan guru kunjung ke setiap kelompok siswa. Seandainya hasil yang diperoleh masih belum maksimal karena adanya keterbatasan durasi pertemuan. Bisa juga karena materi esensial yang harus disampaikan dan dikuasai siswa sebagai materi prasyarat melanjutkan ke jenjang berikutnya sangat banyak. Hal ini menunjukkan bahwa guru harus lebih bersabar lagi.
  3. Untuk menemukan hasil yang telah diperoleh. Saat menemukan kondisi real di lapangan, bahwa pembelajaran daring ternyata "semu" dan memberikan hasil abu-abu.  Guru bisa menelaah faktor penyebabnya. Apakah ini disebabkan kemampuan mengajar yang perlu ditingkatkan lagi di masa depan? Ataukah perlu adanya perubahan pola interaksi sosial antara guru siswa dan orang tua? Ternyata guru semakin menyadari bahwa siswa SD kelas rendah sangat bergantung pada arahan dan pengawasan orang dewasa dalam hal ini adalah guru dan orang tuanya. Mereka masih memiliki kepercayaan yang tinggi kepada guru, karena siswa lebih menuruti petunjuk dari guru yang mengajar di sekolah. Sedangkan pada saat pembelajaran daring berlangsung, orang tua membimbing mereka belajar dari rumah? Sungguh luar biasa para orang tua hebat, telah berperan menjadi guru di rumah. Dengan kesabaran tinggi orang tua melakukan kewajiban agar hak anak memperoleh pendidikan terlayani. 
  4. Untuk merancang rencana baru di masa depan yang lebih baik dari tahun ini. Di masa depan perlu adanya  sinergi dan komunikasi harmonis dengan orang tua agar ada kesamaan pemikiran terkait pembelajaran. Kini setelah pembelajaran di kelas berangsur dipulihkan walau masih serba terbatas dan terjaga ketat. Dengan penerapan protokol kesehatan, tim satgas Covid tingkat sekolah sigap memberi pengarahan. Jangan lengah patuhi protokol kesehatan. Diperiksa suhu badan, bermasker, dan membawa sabun pencuci tangan menjadi keharusan.  Pada saat siswa dan guru berharap pembukaan sekolah, semua bersiap berdamai di masa adaptasi kebiasaan baru. Melakukan pembiasaan baru bersekolah dengan tatanan aturan baru.

Semoga suasana yang dialami setahun yang lalu tak terulang. Saat itu setiap guru piket membuka halaman sekolah, selalu terdengar derit pintu gerbang yang berkarat. Suara serak seolah menjerit menanti jejak langkah mungil berlarian, walau terkadang mereka membanting keras pagar besi depan. 

Ternyata suara buka tutup gerbang selalu kami dirindukan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan