Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Saya Ade Irma Mulyati, guru di SDN Pakusarakan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Belajar Sains Melalui Berkebun di Sekolah

20 April 2021   10:23 Diperbarui: 22 April 2021   02:07 119 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Sains Melalui Berkebun di Sekolah
dokpri.olahan canva

Belajar sains bagi siswa tidak hanya dilakukan di laboratorium, di kebun sekolah pun bisa dijadikan tempat untuk belajar dengan praktek langsung menanam tanaman. Dijamin siswa akan senang. Dari raut muka mereka akan terpancar rasa bahagia. Siswa tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan kegiatan ilmiah untuk mempraktekan tata cara menanam tanaman. 

Pada saat siswa berada di kebun sekolah mereka akan melakukan pengamatan terkait lahan atau tempat yang akan dipakai. Jika lahan itu ditumbuhi rumput dalam benaknya akan muncul ide untuk membersihkan terlebih dahulu. Hal ini sebagai dampak dari pemahaman bahwa menanam tanaman harus terhindar dari gulma. Kemudian ketika memilih tanah sebagai media tanam, dari dalam dirinya akan muncul pemahaman, bahwa tanaman itu harus tumbuh dengan baik, maka harus dipilih tanah yang gembur. 

Bagaimana ciri-ciri tanah yang gembur itu? Pemahaman ini tidak bisa dicapai hanya dengan membaca materi ajar di buku sumber atau melihat gambar saja. Supaya bermakna maka harus dilihat, diamati, ditelaah dengan melihat langsung jenis tanah yang ada di kebun. Selama pembelajaran guru memfasilitasi dengan mengajarkan materi yang dikemas dalam pendekatan saintifik yang menumbuhkan sikap dan keterampilan ilmiah. 

Di kelas 6 ada materi tentang perkembangbiakan mahluk hidup. Salah satu yang dipelajarinya adalah tentang perkembangbiakan tumbuhan. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan saintifik, yang akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan.

Trik sederhana yang bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan praktek langsung di kebun sekolah. Hasil belajar yang diharapkan dimiliki siswa dari kegiatan berkebun nampak pada aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan. 

Dalam sikap siswa diperoleh: sikap saling menghargai,  berbagi dan berkolaborasi bersama teman di kelompok, serta memiliki sikap mencintai tanaman.

Dalam aspek pengetahuan siswa memiliki pengetahuan ilmiah tentang cara melakukan penelitian sederhana melalui pendekatan saintifik. Dari materi tersebut siswa memiliki pengetahuan tentang: jenis perkembangbiakan tanaman, proses pertumbuhan tanaman , cara memelihara tanaman agar tumbuh subur. Sehingga siswa memiliki kemampuan problem solving dan memikirkan berbagai kemungkinan jika menanam tanaman dengan jenis dan media yang berbeda, pengaruh perawatan terhadap hasil yang diperoleh, sampai bisa memikirkan dampak jika tumbuhan punah pada kehidupan.

Aspek ketrampilan, siswa akan memiliki pengalaman nyata praktek menanam tanaman secara langsung. Tidak menutup kemungkinan ada siswa yang belum pernah melakukan menanam tanaman sendiri. Dengan praktek langsung tersebut siswa akan memiliki keterampilan cara memanfaatkan lahan rumah atau kebun dengan menanam apotek hidup.

Untuk mengajarkan sains kepada siswa, guru perlu melalukan kegiatan:

1. Perencanaan, dengan: menyusun LKPD dan langkah pembelajaran yang akan dilalui siswa, pembagian kelompok siswa, penyiapan alat dan bahan yang diperlukan seperti, poly bag, tanah, bibit tanaman.

2. Pelaksanaan, ketika pembelajaran berlangsung siswa mempraktekan tahapan-tahapan kegiatan yang sudah diarahkan di LKPD, guru melakukan pengamatan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada siswa dalam kelompok yang kesulitan, siswa mempraktekan cara penanaman tanaman, siswa ditugaskan secara melakukan pengamatan terhadap tumbuhan dengan mengisi daftar pengamatan selama 2 minggu, siswa melakukan upaya pemeliharaan tanaman, siswa menyimpulkan hasil kegiatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN