Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Guru - SDN Jaya Giri Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengontrak atau di Orang Tua, Pilihlah dengan Bijak

1 April 2021   19:45 Diperbarui: 1 April 2021   19:50 401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dokpri.olahan canva

Setelah menikah kita akan saling melengkapi. Bahuku tidak terlalu berat pikulannya sebab bisa berbagi dengan pasangan. Sepertinya langkah kita akan semakin ringan. Kita akan menghuni rumah impian diantara rimbunan pohon bambu dan gemericik embun yang menetes setiap pagi. 

Hmm, betapa indahnya kisah yang akan dilukiskan.

Itulah sebagian mimpi yang membayangi setiap malam. Hingga akhirnya muncul pertanyaan, setelah menikah nanti dimana kita tinggal? Aku ingin di orang tuaku. Ah, jangan di orang tuaku saja. Sudahlah karena belum mampu membeli rumah, yuk kita mengontrak saja. Supaya kita bisa mandiri. 

Pernahkan mengalami perbincangan seperti itu? Apapun hasilnya, semua bebas menentukan pilihan mau di orang tua, mertua indah atau mengontrak rumah itu boleh saja. Karena dorongan ingin mandiri, menjadi dorongan kuat untuk memulai menata menjadi sebuah keluarga kecil. 

Ada beberapa hal yang harus dipikirkan dengan bijak jika memutuskan mengontrak atau tinggal bersama orang tua. Pertimbangan tersebut ditinjau dari berbagai sudut pandang, yakni:

1. Kemandirian. 

Kemandirian disini bisa diartikan kemampuan dari pasangan untuk memulai menata diri sebagai pribadi yang bisa memiliki kesiapan fisik, hati, dan sikap. 

Terutama untuk melakukan hal yang terlihat sederhana, seperti:

  • terbiasa melakukan tugas harian tanpa disuruh seperti bangun pagi.
  • melakukan beberapa pekerjaan dalam satu kesempatan, misalnya pada saat mencuci melakukan hal lain seperti menjerang air.
  • menyiapkan minuman dan makanan untuk suami.
  • menata rumah.
  • bersiap beraktivitas rutin terutama untuk wanita karir.
  • berbagi perhatian untuk pasangan.
  • bersikap terbuka jika ada hal yang terasa kurang berkenan. 
  • bersikap adil kepada semua pihak. Sekarang setelah berumah tangga pasangan baru harus mampu melakukan semuanya sendiri. Bersyukurlah jika saat menikah langsung memiliki asisten rumah tangga. Seandainya belum memiliki asisten rumah tangga berarti harus siap membagi waktu dengan baik,
  • mampu memilah dan memilih mana informasi untuk internal sendiri dan untuk disampaikan ke orangtua atau orang lain. Ingat tidak semua harus diceritakan dan dikeluhkan. Namanya satu ikatan keluarga ada hal tertentu yang harus saling menutupi dan melengkapi.
  • membatasi bergaul dengan teman lama karena sekarang sudah punya pasangan yang menunggu di rumah.

2. Keuangan. 

Berkaitan dengan penghasilan yang diterima baik oleh suami maupun istri. Ingat sekarang kalian sudah menjadi bagian yang saling melengkapi satu sama lain. Jangan sampai ada selingkuh keuangan. Bersikaplah terbuka apa adanya supaya rezeki mengalir lancar. 

3. Pilihan Lokasi yang Tepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun