Ade Fathurahman
Ade Fathurahman Guru

Geography Teacher of SMANSA Sukabumi

Selanjutnya

Tutup

Muda

Urgensitas Pembelajaran Geografi bagi Generasi Muda

9 Januari 2018   17:18 Diperbarui: 9 Januari 2018   17:39 364 0 0

Setidaknya ada beberapa hal yang urgen dalam memandang semakin pentingnya Mata Pelajaran Geografi disemua tingkatan dan semua program studi di pendidikan dasar hingga menegah.

Beragam teknik penyajian pembelajaran pun harus diupayakan untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal.

Karakteristik Geografi sebagai sebuah studi yang senantiasa memerlukan "intake" siswa dari mata pelajaran lainnya serta kemampuan menggunakannya dalam mempelajari objek kajian geografi yang meliputi segala sesuatu yang terjadi dipermukaan bumi dan yang mempengaruhinya.

Tidak aneh, jika pada beberapa kajiannya, Geografi tiba-tiba menjadi kajian yang sangat bernuansa eksak, bahkan teknik, dari kebiasaannya yang lebih berkarakteristik sosial.
Dari beberapa kompetensi dasar yang diamanatkan kurikulum pembelajaran geografi di SMA saja, setidaknya terdapat beberapa kajian materil fisik bumi dan yang mempengaruhinya yang harus dituntaskan siswa/i dalam pembelajarannya. 

Maka kemudian, tak aneh, jika guru geografi dalam mensiasati hajat tahunan seperti halnya Olimpiade Sain Nasional (OSN) dari mulai tingkat kota (OSK) hingga lolos ke tingkat dunia (Sain olympiade) harus memberikan kontribusi yg cukup, khusunya pada 2 mata lomba sains, Bidang Geografi dan Bidang Kebumian.

Lahirnya kedua mata lomba ini pun, semakin menegaskan bahwa Geografi memiliki kajian yang holistik, sehingga harus melibatkan kemampuan-kemmouan dasar pengetahuan lainnya.

Kita ambil contoh sederhana, misalnya Bidang Kebumian yang pada awal kelahirannya memiliki formasi 40 % geologi dasar, ternyata sangat relevan dengan pembelajaran Geografi SAMA pada KD tentang "Dinamika Litosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan." 

Belum lagi bidang Hidrologi, Meteorologi, Klimatologi serta Kartografi pada mata lomba kebumian beririsan dengan materi pembelajaran Geografi SMA pada materi pembelajaran yang dikaji di KD tentang "Dinamika hodrosfer dan dinamika atmosfer serta pengaruhnya pada kehidupan.'

Pada silabus bidang Geografi apalagi, ap yang tidak ada, walau hanya dasar-dasarnya saja. Sehingga terpampang jelas IRISAN MATERI diantara bidang lomba tersebut semakin kentara, tatkala memeriksa lembar-lembar arsip naskah soal kedua mata lomba sains siswa/i SMA tersebut dari tahun ke tahun.

Pemilihan bidang lomba diantara kedua lomba oleh siswa/i pun menggambarkan trend dan karakteristik berpikir mereka. Trend sementara ini menunjukkan bahwa mata lomba KEBUMIAN lebih menarik siswa IPA dibanding IPS, sedangkan mata lomba GEOGRAGI lebih digandrungi siswa/i IPS dari pada siswa/IPA.

Kelanjutan kedua mata lomba inipun ke tingkat yang lebih tinggi Internasional pun berbeda nama pelaksanaan kegiatannya. Mata lomba KEBUMIAN Internasional dikemas dalam kegiatan IESO (Internasional Earth Science Olympiade), sedangkan GEOGRAFI dikemas dalam kegiatan Sub Internasional Olympiad, yang dikenal dengan istilah IGO (Internasional Geography Olympiad).

Bersambung.