Mohon tunggu...
Ade Arif Saefudin
Ade Arif Saefudin Mohon Tunggu... Akun Ig @adearifsaefudin27

Sebuah proses tidak akan mengkhianati hasil

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Siapkah Masyarakat Beralih ke Transaksi Non-Tunai?

3 Januari 2021   19:30 Diperbarui: 3 Januari 2021   20:51 66 6 0 Mohon Tunggu...

Seperti yang kita ketahui perkembangan teknologi yang makin hari makin pesat ini telah merubah banyak hal dalam kehidupan kita, salah satunya yaitu teknologi dalam bertransaksi.

Kita semua tau bahwa dalam bertransaksi kita memerlukan uang, ya uang memang merupakan alat tukar barang yang selalu kita gunakan selama ini, namaun seiring perkembangan yang terjadi kini telah muncul berbagai cara transaksi baru melalui alat pembayaran non tunai yang menggantikann peran uang tunai.

Alat pembayaran non tunai memiliki banyak kelebihan dibanding uang tunai, diantarannya yaitu   memudahkan transaksi, efisien, resiko pencurian dan penyalah gunaan kecil karena transaksi dapat dilacak, tidak perlu ribet menghitung lagi, dan tentunya lebih aman dari pada menggunakan uang tunai. Lalu apa saja alat pembayaran Non tunai saat ini.
1.    Cek dan Giro
Cek adalah bukti permintaan nasabah kepada bank untuk mencairkan dana sesuai yang tertulis dalam cek yang diberikan. Giro adalah bukti permintaaan pemindahan dana dari satu rekening ke rekening lainya sesuai yang tertulis dalam giro yang diberikan.

2.    Debit
Debit merupakan bukti transaksi untuk mengurangi dana yang harus dibayarkan.

3.    Kartu kredit
Merupakan kartu yang dibuat oleh bank dimana bank akan meminjamkan uang terlebih dahulu kepada nasabahnya untuk melakukan transaksi pembayaran.

4.    Uang Elektronik ata Uang Digital
Uang elektronik merupakan pengganti uang tunai, ada dua jenis uang elektronik saat ini yaitu yang berbasis cip dan berbasis server. Saldo uang elektronik berbasis cip disimpan dalam cip di dalam kartu, biasanya diterbitkan oleh bank seperti  Flazz dari BCA, Tapcash dari BNI, BRIZZI dari BRI, dan lainnya.

Uang elektronik berbasis server merupakan uang elektronik yang catatan kepemilikan dan saldonya tersimpan didalam server dan pengguna dapat mengaksesnya dari ponsel atau aplikasi, contohnya seperti GoPay, DANA, LinkAja, OVO, dan lainya.

Kemudahan transaksi dan keamanan yang lebih baik yang diberikan layanan pembayaran non tunai terutama layanan digital yang saat ini sedang booming dan digemari masyarakat menjadi sebuah trend dan gaya hidup baru yang kemudian membuat peran uang tunai saat ini mulai perlahan ditinggalkan dan dianggap kuno.

Dimasa sekarang mulai banyak orang yang beralih menggunakan layanan transaksi non tunai terutama saat ini dimana adanya pandemic wabah covid 19 yang membuat masyarakat lebih sering berbelanja di E-comerce sehingga transaksi pun berjalan secara online dan rumor -- rumor di dalam masyarakat yang menyebutkkan bahwa virus dapat terbawa pada benda termasuk uang serta pemerintah pun juga menganjurkan penggunaan transaksi non tunai untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain. Keadaan pandemic ini membuat trasaksi tunai semakin ditinggalkan oleh masyarakat.

Lalu dengan keadaan seperti sekarang dan kemungkinan kedepan, apakah pada akhirnya uang tunai akan sepenuhnya ditinggalkan? Jawabannya memang belum pasti namun kemungkinanya adalah Iya, hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang juga karena adanya stigma bahwa uang tunai bisa dijadikan media penyebaran penyakit tentu saja kemungkinan uang tunai akan digantikan dengan transaksi Non -- tunai.

Hal ini sudah terjadi dinegara china, di Negara china tak hanya transaksi berbelanja saja bahkan penggemis di china banyak yang menggunakan code QR untuk meminta sumbangan, hal ini dilakukan tentunya karena sudah jarangnya orang disana yang menggunakan uang tunai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN