Ade Iftahaq
Ade Iftahaq Industrial Engineer

Industrial Engineer | Family-Man | Manga & Anime Fanboy | Rookie Writer

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Dunia Alternatif di Depan Mata, Siapkah Anda?

15 September 2018   01:15 Diperbarui: 15 September 2018   01:29 303 0 0
Dunia Alternatif di Depan Mata, Siapkah Anda?
Escape to The Future with Virtual Reality (Source: New Scientist)

Dunia Alternatif - "Tempat dimana kita bisa memiliki kehidupan yang lain, berbeda dari keseharian normal, atau bahkan bisa bertindak tanpa batasan yang ada di dunia nyata." 

Kira-kira begitulah yang deskripsi Kirito, karakter utama dalam Anime Sword Art Online (SAO), tentang game kematian yang sedang dimainkannya. Anime ini menceritakan tentang kemunculan game online berbasis Virtual Reality (VR) yang memungkinkan untuk pemainnya benar-benar merasakan hidup di dalam game. 

Mereka bisa menggunakan panca indera di dalam game, dan bergerak menggunakan avatar yang dipilih. Karena hanya sebuah permainan, pemain benar-benar bebas melakukan apa yang diinginkan, bahkan membunuh. Karena orang atau objek apapun yang dibunuh hanya sebuah objek digital yang bisa hidup kembali.

Dengan bantuan Full Drive VR, game pada Anime tersebut dimainkan. Helm khusus digunakan untuk secara langsung memberikan gelombang pada otak, sehingga pemain benar-benar bisa merasakan sensasi di dalam game. 

Atau jika kita mundur agak lebih jauh lagi, sekitar tahun 2000-an, Keanu Reeves pernah meramaikan jagat movie dalam film The Matrix. Sebuah film dengan setting masa depan, dimana bumi dikuasai mesin. 

Karena kuatnya mesin, jalan satu-satunya untuk manusia bertarung adalah dengan menyusup sebagai virus dalam sistem yang disebut Matrix. Pada saat masuk dalam Matrix, para petarung ini juga seperti berada dalam dunia alternatif. Bedanya, dunia alternatif ini berdampak langsung pada dunia nyata.

Karakter utama yang dibawakan Keanu, bisa menjadi orang yang berbeda saat sudah di dalam Matrix, dia benar-benar kuat dan bisa diandalkan. Melebihi kemampuan manusia normal, adegan yang pernah menjadi trade mark film ini misalnya saat Neo (Keanu) menghindari peluru yang terlihat bergerak lambat untuknya.

Alternative World of The Matrix (Source: Google)
Alternative World of The Matrix (Source: Google)
Alternative World of SAO (source: deviantart.com)
Alternative World of SAO (source: deviantart.com)
Gagasan tentang dunia alternatif sudah mulai muncul dan berkembang sejak lama, khususnya saat internet dilahirkan.

Kemunculan internet benar-benar membawa perubahan besar tentang koneksi, hubungan antar manusia, dan sosialisasi. Internet membuka jalan untuk media sosial, game online, dan media lain untuk seseorang berekspresi dan terkoneksi dengan yang lain tanpa harus bertatap muka.

Meskipun saat ini perkembangan dunia alternatif belum sampai pada fase seperti pada contoh film dan anime yang saya sebutkan, setidaknya efek yang sama sudah mulai terlihat.

Di dunia media sosial misalnya, sudah banyak orang yang menjadi pribadi yang berbeda. Seorang pemalu, introvert sejati bisa saja jadi sangat terbuka, bahkan agresif di medsos. Atau mungkin bisa juga sebaliknya.

Selain media sosial, game online juga sudah menjadi dunia alternatif bagi kebanyakan orang. Mereka lebih memilih menghabiskan lebih banyak waktu mengembangkan karakternya di dalam game daripada digunakan pada kehidupan normal.

Satu benang merah yang bisa saya ambil dari perbedaan perilaku yang cenderung muncul pada banyak orang di dunia alternatif ini adalah kebebasan mereka untuk menggunakan identitas palsu. Mereka tidak perlu jaga gengsi atau rasa malu. Kehidupan dalam medsos dan game dipercaya tidak akan mempengaruhi dunia nyata.

Dibalik efek perbedaan personality diatas, kemunculan dunia alternatif tetap sangat kita syukuri. Banyak hal baik yang dibawanya, misalnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Sebagai simulasi saat menjelaskan lokasi, sejarah, event penting, atau yang lain.

Pengguna medsos yang memilih menggunakan akun palsu juga bisa jadi memberikan kontribusi pada dunia digital yang lebih baik. Karena bisa berekspresi lebih banyak, misalnya melalui tulisan, motivasi, dsb.

Sebagai generasi milenial yang tumbuh bersama teknologi dan gadget, dunia alternatif berbasis digital tidak bisa kita hindari lagi. Yang bisa dilakukan adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, jangan tersesat di dalamnya.