Mohon tunggu...
Ade Nur Saadah
Ade Nur Saadah Mohon Tunggu... Freelancer - Mantan Jurnalis Lifestyle

Wife & Mom

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Menyusuri Gereja Navitivy di Bethlehem

24 Desember 2015   17:53 Diperbarui: 25 Desember 2015   10:17 613
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ini adalah perjalanan yang menjadi bagian penting dalam hidup saya. Perjalanan yang mengantarkan saya ke Gereja Navitivy di Bethlehem yang diyakini umat Nasrani tempat Maria melahirkan Isa Almasih.

 Hanya berjarak seperempat jam perjalanan dengan mobil dari Masjidil Aqsa, tampak gereja Navitivy berdiri gagah. Bersama ratusan pengunjung lainnya, saya memasuki gereja yang oleh umat Nasrani diyakini sebagai tempat Maria melahirkan Isa Almasih. 

Nama gereja ini sendiri berasal dari kata Nativitas yang berarti kelahiran dan merupakan salah satu bangunan tertua di dunia. Memasuki gereja ini, berdiri pilar-pilar kokoh yang menambah kesan sakral bangunan ini. Sepanjang jalan memasuki ruang tempat ibadat, terdapat alur yang ditutupi susunan papan pipih. Konon, di bagian yang ditutupi papan itu, tempat Maria bersembunyi untuk melahirkan anaknya. 

Di kolong ini tempat Maria bersembunyi untuk melahikan Isa (Foto : Ade)

Saya sendiri sangat terkesima dengan lampu gantung yang menghiasi sepanjang pilar memasuki ruang utama. Kalau dilihat dari luar, gereja ini memang menyerupai dinding benteng dan untuk masuk ke dalamnya, saya dan pengunjung lainnya harus melewati pintu batu yang rendah dan sempit. Menurut pak Musa yang menjadi pemandu kami, pintu itu memang sengaja dibangun rendah untuk menghalangi perampok berkuda masuk ke dalam gereja ketika berlangsungnya perang salib.

Pilar besar memasuki ruang utama gereja (Foto: Ade)

Gereja yang dibangun bergaya  Basilika dengan tiang-tiang dan ornamen serba emas itu juga dikelilingi oleh tembok tiga biara, yaitu Orthodoks, Armain dan Katolik Roma. 

Salah satu pintu memasuki gereja (foto: Ade)

Sedangkan untuk menuju gua tempat Yesus dilahirkan, saya melalui pintu sempit sekaligus menuruni sejumlah anak tangga secara bergiliran dengan pengunjung lainnya. Seketika suasana menjadi hening dan syahdu. Satu persatu peziarah memegang dan mencium bintang perak yang bertuliskan "Hic de Maria Virgine Jesus Cristud Natus est" yang artinya "Di sinilah Yesus Kristus Anak Perawan Maria Dilahirkan." Dari gua di bawah gereja itu, terdapat lagi anak tangga untuk menuju Gereja Santo Hieronimus sang pujangga gereja. Santo ini dimakamkan di bawah Gereja Navitivy dan selanjutnya jenazahnya dipindahkan ke Roma, Italia. 

Gua tempat Yesus dilahirkan (foto : Ade)

Meski hanya sebentar, tapi pengalaman bertamu ke gereja ini sangat berkesan untuk saya, terutama dalam memahami betapa sejarah adalah bagian terpenting dalam peradaban. Buat umat Nasrani dimanapun berada, saya ucapkan Selamat Hari Natal 2015 dan semoga  makna natal memberi kebaikan untuk yang merayakannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun