Mohon tunggu...
Adam sufi Ibrahim Rangkuti
Adam sufi Ibrahim Rangkuti Mohon Tunggu... Siswa

Duduk di bangku SMP Islam Al-Hikmah Jakarta. Lahir di Medan. writer . pengamat ,pemikir. 100% love indonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ini Bumi Milik Manusia

17 Agustus 2020   15:56 Diperbarui: 17 Agustus 2020   15:44 54 0 0 Mohon Tunggu...

Hai Teman- teman dan juga Pembaca yang budiman! Senang sekali rasanya Kita bisa saling
bertemu sesama, bermain, belajar , berkarya dan beristirahat dinegara tercinta kita ini Tanpa ada
rasa Takut akan Penindasan terhadap semua Hak yang Kita Miliki sebagai Manusia seutuhnya.
Sebab Kita memiliki hak yang diakui dan dilindungi oleh Negara. Tapi teman-teman tahu tidak?
Dahulu sebelum negara Indonesia merdeka Alias masih dalam penjajahan Bangsa Eropa. Hak-hak
yang sekarang dapat kita jalankan dengan nafas lega ini tidak bebas didapatkan lho! Pada masa itu
para manusia yang akan menjadi bangsa Indonesia ini dianggap sebagai Mahluk berkasta bawah
yang Hak Asasinya lebih rendah daripada bangsa Eropa.


Ketidaksetaraan HAM pada masa itu meliputi berbagai Aspek mulai dari Pendidikan, Ekonomi, Hak
untuk Hidup layak , Hak atas Diri sendiri , Hukum, Kesehatan hingga Sosial. Pembaca pasti pernah
mendengar tentang Buku Atau film yang berjudul "Bumi Manusia" kan?. Cerita karya Pramoedya
Ananta Toer tersebut memberikan gambaran yang cukup luas Tentang Bagaimana Kejamnya
Pelanggaran Ham yang dilakukan bangsa Eropa atas Pribumi. Mereka Tidak boleh Belajar Disekolah
umum kecuali dari golongan tertentu saja, Tidak mendapat kesetaraan dimata hukum ketika
bersengketa dengan bangsa eropa, Jual beli wanita Pribumi tanpa ikatan Nikah yang Sah (gundik)
dan banyak lagi.


Pada Masa itu Nenek dan kakek kita Tak mendapatkan Hak- hak nya sebagai manusia yang
merdeka. Mereka dianggap seolah-olah Bukan Manusia atau Manusia yang Rendahan. Padahal
Semua manusia adalah sama. Sama dalam Hak akan kehidupan yang layak Di muka Bumi Milik
Manusia ini. Bukan milik Ras, Bangsa atau golongan Tertentu. Setiap Bangsa manusia pasti
mempunyai kesempatan yang sama baik dalam berpikir dan berkarya. Dan tidak ada diantaranya
yang lebih Tinggi ataupun lebih baik. Seperti kata Pram "Jangan agungkan Eropa secara
keseluruhan. Kau sudah lupa kiranya, nak, yang kolonial selalu iblis. Tak ada yang kolonial pernah
menindahkan kepentingan bangsamu"


Nah. Teman- teman sekaligus Pembaca yang baik. Sekarang ini negara kita telah merdeka. Kita
telah menjadi Sebuah bangsa yang besar, beradab dan bebas menentukan akan seperti apa
kehidupan kita kelak nanti. Sudah menjadi Tanggung Jawab besar sekaligus kewajiban bagi kita
semua untuk Memanfaatkan kesempatan ini Dengan mengerahkan segala kemampuan yang
dimiliki masing-masing individu untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Merdeka!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x