Mohon tunggu...
Doktor Mengabdi
Doktor Mengabdi Mohon Tunggu... Doktor Ekotosikologi dan Bioteknologi Lingkungan

Pengabdian kepada Masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menghapus Mindset Buruk Desa Semare Melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh LPPM UB

27 Oktober 2018   05:24 Diperbarui: 27 Oktober 2018   05:32 146 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menghapus Mindset Buruk Desa Semare Melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh LPPM UB
Musyawarah Desa menuju CLS dokpri.

Semare adalah salah satu desa di wilayah kecamatanKraton, kabupatenPasuruan, ProvinsiJawa Timur, Indonesia. Imaje buruk tentang Desa Semare erat kaitannya dengan desa yang suka bentrok, caruk, maling, mabuk dan sebagaianya sangat kental sekali karena berada pada desa pinggir laut dengan watak yang keras. Liputan6.com, Pasuruan: Warga Desa Kalirejo terlibat bentrok dengan warga Semare, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (18/1/2010) siang. Menurut saksi mata, sekelompok warga Kalirejo secara tiba-tiba merusak dan menyerang sejumlah warga Semare hingga terjadi perkelahian massal. Selain merusak puluhan rumah, sejumlah warga juga luka-luka akibat bentrokan itu.
Untuk menghidari bentrokan susulan, sejumlah aparat kepolisian dan TNI Angkatan Darat berjaga-jaga di Desa Semare. Tindakan pengamanan ini dilakukan lantaran ada informasi warga Desa Kalirejo akan kembali menyerang. Sementara itu, diduga bentrokan ini dipicu kesalahpahaman ketika warga dua desa itu tengah melaut.(BOG)

Universitas Brawijaya (UB) dibawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mencoba melakukan pengkajian terhadap mindset tersebut dengan menugaskan Dr. Ir. Maftuch, MSi dkk pada tahun 2011 dengan menggandeng PT. Perusahaan Gas Negara (PT. PGN). 

Upaya pemberdayaan dilakukan melalui penggalian potensi dan permasalahan, pendampingan dan pelatihan mulai tahun 2011 - 2018 (7 tahun) berjalan mencoba menemukan titik permasalahan dan solusi yang tepat untuk pengembangan desa. Pada akhirnya UB dan Pemerintah Desa Semare sepakat untuk menjadikan Desa Semare sebagai Desa Ekowisata berbasis potensi lokal yang ada.

Potensi tersebut adalah pesisir pantai dengan arah pembangunan menuju Cafe Laut Semare (CLS). Berbabagai upaya yang sudah dilakukan LPPM UB dan Pemerintah Desa Semare mulai dari FGD, Sosialisasi, Desain CLS sampai dengan mencari pendanaan melalui Dana Desa, Dana CSR dan partisipasi masyarakat mendapatkan respon yang positif sekali.

dokpri
dokpri
dokpri
dokpri
Mindset masyarakat yang dulu buruk berangsur mulai membaik dan Desa Semare sekarang sudah berbenah menuju desa yang mandiri. Imaje buruk pun bergantikan imaje desa berkembang karena masyarakat yang sudah mulai sadar betapa pentingnya menggali potensi desa. 

Penataan lingkungan dan kebersihan merupakan prasyarat dalam pengembangan usaha wisata kuliner.  Penyediaan tempat wisata yang tertata dan bersih akan memberikan kenyamanan bagi calon wisatawan.  Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata kuliner di Desa Semare adalah penataan perkampungan dan kebersihan lingkungan. Sampah merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Desa Semare.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah dipinggir pantai merupakan hal buruk yang belum sepenuhnya bisa dihilangkan. Dengan tingkat pendidikan rata-rata penduduk yang masih rendah (hanya tamat madrasah setingkat SD) maka budaya kebersihan lingkungan masih merupakan hal yang harus ditanamkan melalui gerakan sadar lingkungan.

Percepatan dan peningkatan intensitas interaksi warga Desa Semare dengan dunia luar melalui pengembangan Desa Wisata Berbasis Komoditas Kerang dan Kepiting diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan warga Desa Semare.  P

engembangan wisata dipilih sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena karakteristik usaha pariwisata adalah menggunakan potensi lokal dan selalu memberikan nilai tambah bagi produk-produk lokal sekaligus membuka pasar bagi produk lokal melalui penjualan langsung (direct selling) kepada konsumen akhir (end customer). 

Penjualan langsung kepada konsumen akhir merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus memberikan nilai tambah yang cukup tinggi bagi produsen karena tidak terpotong biaya distribusi.  Selain itu intensitas interaksi warga desa dengan pengunjung atau wisatawan akan memudahkan untuk menggerakkan warga kearah kemajuan.

Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komoditas Kerang dan Kepiting di Desa Semare ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui alih budaya dan alih teknologi.  Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah :

  • Membentuk mindset waterfront village warga masyarakat Desa Semare.  Introduksi mindset waterfront village ini merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya warga pesisir dalam menata lingkungannya.  Dengan terbentuknya mindset waterfront village  ini diharapkan warga akan menyadari bahwa laut merupakan wajah depan desa mereka.  Umumnya budaya masyarakat akan selalu menata dan menjaga kebersihan halaman depan rumah mereka.
  • Melalukan alih teknologi pengayaan plasma nutfah kerang dan kepiting dengan pengembangan rumpon di wilayah pantai.
  • Menata infrastruktur dan obyek wisata utama yang berupa wisata kuliner kerang dan kepiting serta obyek wisata penunjang berupa wisata mangrove, wisata pemancingan dan wisata edukasi.
  • Melakukan alih usaha atau relokasi bagi beberapa warga masyarakat yang beternak kambing disekitar lokasi wisata.
  • Melakukan alih teknologi pengolahan hasil perikanan yang memenuhi standar sanitasi dan hygiene dalam pengolahan pangan.  Atau memasyarakatkan GMP, Good Manufacturing Practice dalam bahasa yang sederhana.
  • Menjadikan Desa Semare sebagai penyedia dan pemasok bahan kerajinan kulit kerang melalui penyediaan aneka kulit kerang siap pakai.
  • Mengintegrasikan berbagai unit usaha yang terkait dengan wisata kuliner berbasis komoditas kerang dan kepiting

dokpri
dokpri

VIDEO PILIHAN