Edukasi

Membangun Kebiasaan Pemenang (Anti BEJ Blame, Excuse, Justify)

1 Februari 2019   09:07 Diperbarui: 2 Februari 2019   07:12 46 1 0
Membangun Kebiasaan Pemenang (Anti BEJ Blame, Excuse, Justify)
Sumber : dokpri


Pernah dengar istilah BEJ? yang pasti bukan Bursa Efek Jakarta. BEJ adalah singkatan dari Blame (menyalahkan), Excuse (beralasan), Justify (pembenaran). 

Untuk mudah mengingat boleh ingat dengan dengan BEJ (dalam dunia pasar mdal sebagai nama lembaga bursa) atau dengan JEB (dalam dunia tinju sebagai pukulan). 

Membangun kebiasaan pemenang dengan resep sukses yang bisa kita lakukan adalah lupakan BEJ (Blame, Excuse, Justify). Mari kita ulas bersama-sama.

Blame artinya Menyalahkan. Sangat mudah untuk menyalahkan. Contohnya menyalahkan kondisi ekonomi, menyalahkan keadaan politik, menyalahkan cuaca yang extrim, menyalahkan bisnis yang tidak menentu, menyalahkan atasan atau bawahan, menyalahkan orang lain. 

Bila kita menyalahkan maka yang terjadi adalah kita sebetulnya sedang menutupi potensi diri kita. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain.

Excuse artinya Beralasan. Akan banyak alasan yang bisa dibuat utnuk tidak berhasil. Contohnya beralasan usia (masih muda/ sudah terlalu tua), tidak punya bakat bisnis bisanya cuma jadi pegawai kerja ikut orang lain, beralasan pendidikan (saya cuma lulusan SD, sekolah saya tidak sama jurusannya dengan pekerjaan), beralasan tidak ada yang dukung. Dan segudang alasan-alasan lain.

Justify adalah Pembenaran. Hal ini sering digunakan seseorang untuk sesungguhnya menutupi ketidak mampuannya atau tidak mau koreksi diri, tidak mau berubah dan tidak mau berbenah diri.

Suatu contoh: ada orang kaya yang berhasil, apa yang dikatakan? jelas saja orang kaya berhasil karena dia punya modal, orang tuanya kaya, harta warisannya banyak, saudaranya punya banyak bisnis sehingga orang kaya lebih mudah berhasil. 

Lalu, ada orang miskin berhasil, apa yang dikatakan? tentu saja orang miskin berhasil karena dia tidak mampu sehingga daya juangnya tinggi, semangat untuk merubah nasibnya sangat besar, motivasinya kuat sekali bila tidak dia akan terus berjuang. 

Lalu bagaimana dengan Anda yang berkomentar? saya orang biasa-biasa saja. Dan akan terus mencari-cari pembenaran untuk tidak berhasil.