Mohon tunggu...
Media

Pentingnya Data dalam Jurnalistik

16 Juni 2016   15:18 Diperbarui: 16 Juni 2016   15:25 0 1 0 Mohon Tunggu...

Sebuah tulisan jurnalistik tidak akan lengkap jika tidak disertai oleh data yang mendukung atau data yang sesuai. Data yang kita bicarakan disini bukanlah sebuah data seperti nilai-nilai berita saja, namun lebih kepada data yang bersifat infografis. Kemajuan teknologi juga mendukung keberadaan data-data seperti data infografis di dalam sebuah tulisan jurnalistik. Data tersebut dapat membantu menjelaskan lebih jelas, rinci, dan menarik. Tulisan menjadi bukan hanya sekedar tulisan biasa, namun dengan data yang ada dapat mendukung penjelasan dari tulisan yang tidak dapat dituliskan dalam kata-kata saja.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa teknologi ikut ambil andil dalam ‘kehadiran’ data, saat ini sesuatu akan menjadi lebih jelas dan terasa nyata jika ada data pendukung. Disebabkan oleh mudahnya memperoleh informasi, terkadang orang-orang lebih mencari sumber tulisan yang menarik, maka data dapat membantu membuat tulisan menjadi lebih menarik. Menurut Sarah Cohen, data dapat membentuk sebuah cerita atau data mampu menunjukkan cerita dari tulisan yang ada. David McCandless juga mengatakan, bahwa data dapat menjadi semacam kamera yang mampu menunjukkan sesuatu lebih nyata. Tidak hanya untuk menunjukkan sesuatu yang lebih dari sebuah tulisan, data juga dapat memperluas wawasan atau pandangan terhadap informasi yang ada. Tuntutan mengenai keberadaan data ini membuat seorang jurnalis masa kini untuk mampu membuat atau menunjukkan rasa dari sebuah tulisan melalui data, karena adanya data dapat membuat semuanya terasa lebih nyata.

Ada beberapa poin yang menunjukan mengapa sebuah data dapat terbilang penting:

  • Dapat digunakan untuk menyaring data (informasi) yang terlalu banyak
  • Data dapat menjadi sebuah cara baru untuk menceritakan sebuah peristiwa
  • Data dapat menjadi seperti sebuah foto jurnalistik atau berisikan foto jurnalistik
  • Data dapat berupa angka yang mewakili kata
  • Data dapat meningkatkan kemampuan penulisnya
  • Data dapat menjelaskan mengenai apa yang sebuah humas maksudkan
  • Data dapat menunjukkan sebuah arti tersendiri dari sebuah informasi resmi
  • Data dapat menghemat waktu
  • Data adalah cara baru dalam menyerap sebuah informasi
  • Data dapat menjadi cara pandang dalam melihat hal yang tidak dapat kita lihat
  • Data dapat memperkaya cara penceritaan

Ada tiga tipe pembaca tulisan, pertama, seorang pembaca yang hanya sesekali membaca. Pembaca jenis ini lebih cenderung membaca dengan cepat dan hanya mencari informasi yang dibutuhkan. Secara data, mereka akan lebih melihat sebuah data berupa gambar dibandingkan data yang mendetil seperti análisis. Kedua, pembaca aktif. Pembaca aktif lebih cenderung akan membuka sebuah diskusi dan data yang didapatkan oleh mereka digunakan untuk memperkaya pengetahuan mereka terhadap suatu hal ataupun justru mempertanyakan ulang asumsi yang ia dapatkan dari data yang ada. Ketiga atau yang terakhir adalah orang yang hanya membutuhkan data untuk gambaran akan apa yang sudah mereka ketahui atau akan mereka análisis, sehingga data yang mereka cari hanyalah data yang mereka butuhkan.

Ketika mencantumkan sebuah data, kita juga perlu berhati-hati mengenai sumber dari data tersebut. Kita harus memastikan bahwa, data tersebut: merupakan sebuah data yang bebas, mempunyai rencana ke depan yang jelas mengenai data akan diapakan, diketahu jumlah pengeluaran yang dibutuhkan terhadap data yang ingin diambil, simpel, fokus, spesifik, dapat menjawab banyak pertanyaan, sudah dites sebelumnya, menjawab pengecualian, publik, dan ada data aslinya.

Sumber

https://ayomenulisfisip.files.wordpress.com/2011/02/the-data-journalism-handbook.pdf

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x