Mohon tunggu...
Muhammad Iskandar
Muhammad Iskandar Mohon Tunggu...

Integrated with the internet...

Selanjutnya

Tutup

Digital

Dunia Maya Part 3: Digital Distribution

10 Desember 2012   11:10 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:54 0 1 0 Mohon Tunggu...

Zaman selalu berkembang, selalu membuat inovasi yang membuat kehidupan kita lebih gampang dan sederhana. Dan ‘perkembangan’ ini juga membuat kita ingin menyelesaikan segala urusan kita sesederhana mungkin, dan bagi beberapa orang, jika mereka tidak perlu keluar rumah mereka, itu pun sudah termasuk sederhana. Yang saya ingin bicarakan secara lebih spesifik adalah ‘Digital Distribution’, yaitu sebuah konsep dimana konten dari berbagai media dapat di distribusi secara digital. Di negara-negara berkembang, konsep ini sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka, dan mungkin dalam beberapa tahun yang akan datang, Indonesia akan mengintegrasi konsep itu juga. Konsep ini beda dengan yang kita kenal sebagai ‘bajakan’, dimana bajakan adalah penggunaan, distribusi dan/atau penjualan hak cipta seseorang yang tidak berwenang. Untuk lagu atau musik, cara yang digunakan seseorang adalah dengan menjual hak cipta mereka melalui iTunes. Banyak kantor Labeling menggunakan iTunes untuk memperluas pendapatan mereka, dan sekaligus juga untuk mempromosikan artis-artis mereka. Dan iTunes juga bisa menjadi salah satu cara untuk seorang indie artist untuk mendapatkan suatu upah untuk kerja keras atas karya mereka, apalagi yang sudah bisa termasuk ‘Youtube Celebrity’. Kita juga tidak bisa membicarakan konsep ini tanpa menyinnggung game. Banyak orang dunia yang memainkan game untk online nya, dan satu contoh yang sangat baik untuk ‘digital video game distribution’ adalah Steam, suatu media yang dibuat oleh Valve. Steam tidak hanya berfungsi sebagai suatu distributor, tetapi berfungsi juga sebagai suatu hub untuk orang yang ingin bermain ‘multiplayer’, dan memilikisuatu ‘chat system’ supaya orang dapat saling berkomunikasi. Steam juga dapat dugunakan oleh para indie developer jika mereka ingin mendistribusi dan mempromosi game mereka. Dan contoh terakhir yang belum memasuki Indonesia adalah Netflix, suatu provider film untuk orang yang lebih suka untuk menonton melalui streaming. Mereka juga memiliki usaha rental bagi orang yang belum terbuka dengan streaming. Film-film yang dapat distream pun sangat beragam, dari film-film yang pernah di tayangkan di bioskop, ke dokumentari yang tidak pernah ditayangkan di TV. Keunggulan Netflix dan beberapa provider lain adalah sifat nya yang ‘on-demand’, dimana seseorang dapat menonton apa yang ia inginkan, tanpa terbebani jadwal atau waktu. Bisa dibilang bahwa Netflix itu seperti Indovision yang fokus di internet. Bisa dibilang konsep ini adalah yang saya nantikan, karena ini dapat membuat kehidupan kita lebih enak. Semoga dalam beberapa tahun yang akan datang, semua ini dapat direalisasikan.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x