Mohon tunggu...
ACHMADSYAHRUL
ACHMADSYAHRUL Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Muhammadiyah

Mahasiswa UM Surabaya Fakultas Agama Islam

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pemikiran Ibnu Miskawaih: Peningkatan Pendidikan di Masa Pandemi

14 Juni 2021   18:45 Diperbarui: 14 Juni 2021   18:46 82 1 0 Mohon Tunggu...

Sejarah ekonomi islam bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Al-Quran sebagai firman Allah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan Sunnah sebagai pengalaman dan penjelasan praktis yang mengandung sejumlah ajaran dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku untuk berbagai kondisi. Para cendekiawan muslim menerima ajaran-ajaran ekonomi Al-Quran dan Sunnah sebagai dasar dan titik awal. Kemudian mereka menggunakan argumentasi tertentu dan menerapkan prinsip-prinsip dasar yang berasal dari sumber-sumber islam untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kondisi yang berubah dalam ekonomi.

Salah satu filosof muslim yang terkenal akan pemikirannya tentang perekonomian yaitu Ibnu Miskawaih. Ibnu Miskawaih juga dikenal sebagai filusuf muslim dengan menekankan pemikiran-pemikirannya pada studi filsafat dan moral. Ibnu Miskawaih menjelaskan bahwa antara jiwa dan pengertian bahwa seseorang adalah itulah jiwa dan kecerdasan dalam pandangannya yang tidak dapat dibedakan. Ia lebih memperhatikan masalah moral, sehingga ia disebut sebagai pemikir Islam di bidang ini. Pemikiran Ibnu Miskawaih tentang tujuan dan fungsi pendidikan dapat dijadikan sebagai sumbangan bagi upaya dan penemuan bentuk-bentuk pendidikan Islam.

Tiga tujuan yang dikemukakannya masih sangat relevan dengan sistem pendidikan saat ini.Penyelenggaraan pendidikan selama ini lebih berorientasi pada persaingan sosial ekonomi global yang berujung pada habisnya pendidikan nilai-nilai moral dan agama. Dalam usul ideologis, status pendidikan Islam harus setara, selain transfer ilmu harus dibarengi dengan transfer nilai.Pendidikan Islam (khususnya pesantren) mau menerima kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Impact COVID-19 di dunia pendidikan masyarakat

Virus Covid-19 adalah virus baru yang merambak di tahun 2019 dan mulai memasuki kawasan Indonesia sejak tahun 2020. virus yang melanda di belahan dunia ini mengubah tatanan kehidupan masyarakat. 

Tak terkecuali dalam lingkup terkecil yakni keluarga.Pandemi covid-19 ini tidak hanya menjadi masalah kesehatan,ekonomi, tetapi juga berdampak didunia pendidikan Apabila membahas tentang dunia pendidikan, maka akan membahas masa depan suatu bangsa. dari perspektif umum saat ini, pandemi COVID-19 menimbulkan banyak ancaman bagi dunia pendidikan, tetapi dapat dilihat dari perspektif yang berbeda, sehingga ancaman tersebut dapat diubah menjadi peluang untuk memajukan perkembangan dunia pendidikan. 

Pandemi COVID-19 telah mengubah dunia pendidikan dari awal proses pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, namun sejak adanya pandemi berubah menjadi pembelajaran online (di Internet).  Guru, siswa dan orang tua dituntut untuk bisa menghadirkan proses pembelajaran yang efektif dan aktif walaupun dilaksanakan dari rumah masing-masing sambil melakukan pencegahan penularan virus covid.

Tentu karena wabah virus ini mengharuskan dilakukan pembelajaran daring. Pembelajaran tatap muka langsung memang lebih efisien Tetapi sekarang lebih efektif untuk menggabungkan pembelajaran online. "Secanggih dan semodern apapun teknologinya, yang membuat perubahan itu tetaplah guru. Sekarang guru dan orang tua yang melakukan perubahan itu," kata Nadim.


M IBNU MISKAWAIH : Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Masa Pandemi
Ibnu Miskawaih merupakan seorang filsuf Islam yang sukses menekuni berbagai disiplin ilmu sehingga menjadikannya "Bapak Filsafat Etika Muslim" dan "Bapak Psikologi Pendidikan Muslim". Nama lengkap dari Ibnu Miskawaih adalah Abu Ali Ahmad Muhammad bin Ya'kub bin Miskawaih, disebut juga Abu Ali Al-Khazim. 

Lahir di kota Iran pada tahun 330 H/941 M dan meninggal di Ishfahan pada tahun 421 H atau 1032 M. Kota Rayy (Teheran) adalah kota kelahiran Ibnu Miskawaih, kota ini termasuk wilayah Iran. BJulukannya al-Khazin (pustakawan) karena dipercaya menangani kitab-kitab Ibnu al-Amid dan Adud al-Daulah Ibnu Bawaih. Ibnu Miskawaih menganut agama Majusi dan setelah menjadi orang islam, ia merupakan sarjana yang taat dan mendalam pengetahuan keislamannya kata yakut kepada ibnu miskawaih sebelum menganut agama islam.

Setelah menjelajahi banyak cabang ilmu pengetahuan dan filsafat, ia akhirnya lebih memperhatikan sejarah dan moralitas. Guru dalam bidang sejarahnya adalah Abu Bakar Ahmad Ibnu Kamil Al-Qadhi, sedangkan dalam bidang filsafat adalah Ibnu Al-Khammar, Ahmad bin Muhammad bin Ya'qub, yang nama keluarganya Ibnu Miskawaih disebut pula Abu Ali Al-Khazim Ibnu Miskawaih pernah bekerja selama 10 tahun sebagai pustakawan dengan sejumlah wazir dan Amir Bani Buawaihi, yakni bersama Abu-Fadhl Ibnu Al-'Amid (360 H/970 M) sebagai pustakawannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x