Mohon tunggu...
Achmad Saifullah Syahid
Achmad Saifullah Syahid Mohon Tunggu... Penulis

orang-orang cahaya berhimpun di dalam tabung cahaya, tari-menari, di malam yang terang benderang sampai fajar menjelang di cakrawala.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

New Normal: Hidup Berdampingan dengan "Mantan" Musuh

27 Mei 2020   08:05 Diperbarui: 27 Mei 2020   07:55 82 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
New Normal: Hidup Berdampingan dengan "Mantan" Musuh
Penerapan social distancing di dalam kereta MRT Jakarta, Senin (23/3/2020). Sumber: KOMPAS.com/Dokumentasi Istimewa

Sebagaimana "watak" obrolan yang tidak bergantung pada tema, demikian pula perbincangan saya bersama teman-teman yang malam itu awalnya ngalor ngidul akhirnya mengerucut pada kahanan normal baru.

Riuh rendah, saling sahut, saur manuk jagongan kami bagaikan orkestra. Kendati demikian, ketika satu teman bicara, teman lainnya mendengarkan.

"Kenapa dinamakan normal baru?" tanya Atem.

Riwul yang jadi sasaran pertanyaan menjawab enteng, "Ndak tahu, saya hanya menirukan orang-orang di medsos."

"Jadi kamu tadi bicara panjang lebar tentang normal baru aslinya tidak mengerti maksudnya apa?"

"Yesss!" jawab Atem sambil tertawa ngakak.

"Oalaah, Tem, Atem."

Doni yang terlihat agak terpelajar dibandingkan anak-anak itu menolong forum melalui penjelasannya tentang normal baru.

"Sebentar, sebentar...," Giplo memotong. "Mas Don, pemaparannya yang ringan-ringan saja. Jangan menggunakan istilah yang susah dipahami."

Doni mengiyakan saran Giplo.

"Normal baru dan baru normal, sama atau beda?" tanya Doni.

"Ya pasti beda," sahut Atem.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN