Mohon tunggu...
Achmad Zulfikar
Achmad Zulfikar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Data, Bola, Astrofisika

Penggemar sepak bola dan NBA. Sedang mendalami data science dan data analysis.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengapa Penyerang Lokal Susah Garang?

24 Oktober 2021   21:23 Diperbarui: 24 Oktober 2021   21:43 61 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hari Nur Yulianto, salah satu penyerang lokal yang masih mampu bersaing. Source:vocketfc.com

Delapan pekan telah dilalui oleh 18 tim dalam menjalani Liga 1 2021. Banyak kejutan yang terjadi, mulai dari banyaknya pemain muda yang mendapat kesempatan main hingga pemain lama yang penampilannya meroket di awal musim. Sayangnya, tidak ada kejutan baru di daftar top skor Liga 1 2021. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun daftar top skor masih dikuasai para pemain asing.

Pemain Bali United berkebangsaan Indonesia, Ilija Spasojevic memang masih memimpin sebagai pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol. Namun, cukup susah melihat pemain berjuluk 'Spaso' sebagai pemain lokal, mengingat perbedaan fisik yang cukup besar antara pemain berkelahiran Montenegro ini dengan para pemain lain berkelahiran Indonesia.

Lalu, di mana posisi pemain lokal Indonesia di daftar top skor? Nama terdepan yang memimpin adalah gelandang Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya dan sayap lincah PSS Sleman, Irfan Jaya dengan torehan yang sama, empat gol. Torehan tersebut diikuti oleh penyerang berpengalaman PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto dengan tiga golnya. Selebihnya, para pemain lokal masih berkutat di angka satu sampai dua gol di Liga 1 tahun ini.

Torehan ini semakin menegaskan fakta betapa susahnya para penyerang lokal bersaing di kasta tertinggi liga Indonesia. Hal ini juga akan menyulitkan Timnas Indonesia dalam mencari penyerang berkualitas, mengingat minimnya produktivitas gol yang ditorehkan para penyerang lokal. Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudho, duo Arema FC yang kerap menjadi langganan Timnas hingga saat ini masih kesulitan membuka keran gol mereka.

Lantas hal ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi penyebab sulitnya penyerang lokal bersaing dengan penyerang asing?

Salah satu penyebab yang Nampak di atas lapangan adalah pemilihan strategi dari pelatih tim Liga 1. Kebanyakan pelatih memilih memakai penyerang tunggal ditopang dengan dua sayap cepat untuk menyuplai bola-bola ke kotak penalty. Tidak ada yang salah dengan strategi tersebut, mengingat efektifitasnya masih terbukti hingga pekan ke-delapan ini. Sayangnya, strategi ini tidak memberikan kesempatan bermain bagi para penyerang lokal, mengingat satu slot di kotak penalti hampir pasti diisi oleh penyerang asing.

Bandingkan dengan 10-15 tahun yang lalu, ketika tren dua penyerang masih menjadi andalan para pelatih. Satu slot memang ditempati oleh pamin asing, namun satu slot lagi masih dapat diperebutkan oleh penyerang lokal, menambah menit bermain mereka di liga. Alhasil,banyak nama lokal yang dapat bersaing di daftar top skor meskipun berduet dengan penyerang asing. 

Ada Budi Sudarsono bersama Cristian Gonzales yang mampu meneror pertahanan lawan ketika di Persik Kediri, duet Bambang Pamungkas-Aliyuddin bagi Persija Jakarta, Boaz Salossa-Beto Goncalves bagi Persipura Jayapura, dan masih banyak lagi.

Selain itu, permasalahan lainnya adalah pemilihan tipe penyerang asing yang didatangkan. Jika anda gemar menonton Liga 1, anda pasti dapat melihat tipikal penyerang asing yang bermain. Kebanyakan adalah tipikal penyerang tinggi besar yang lebih banyak menunggu di barisan pertahanan lawan serta mampu beradu fisik dengan bek asing lawan. 

Tipikal penyerang ini memang cukup digemari di Indonesia, mengingat fisik para pemain Indonesia bukanlah fisik tinggi besar yang bisa diajak duel bola-bola atas. Dengan adanya penyerang bertipe tinggi besar seperti ini, para pemain tinggal mengirim umpan ke depan sembari menunggu hasil perebutan bola antara penyerang tersebut dengan pertahanan lawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan