Mohon tunggu...
Achmad Irfan
Achmad Irfan Mohon Tunggu... Administrasi - KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam)

Saya Suka membaca dan menulis tentang sosial,politik, Hukum, Ekonomi, Budaya

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ibu-Ibu Pemecah Batu

23 September 2022   06:57 Diperbarui: 23 September 2022   07:02 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ibu-Ibu pemecah batu di bawah kolong jembatan, Harjamukti, Cirebon (Foto: Kompas.com)

Tidak peduli pagi, siang dan malam

Walau terlihat kelam

Terkadang menarik nafas dalam-dalam

Tanpa di diterangi cahaya bohlam

Rasa ngantuk terpaksa tenggelam

Hidup ini terus berjalan

Untuk Hanya sekedar bisa makan

Walau terkadang mendapat hinaan

Memecahkan batu ini pilihan

Sering pula banyak luka di tangan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun