Mohon tunggu...
Achmad Humaidy
Achmad Humaidy Mohon Tunggu... Blogger -- Challenger -- Entertainer

#BloggerEksis My Instagram: https://www.instagram.com/me_eksis My Twitter: https://twitter.com/me_idy My Blog: https://www.blogger-eksis.my.id

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pemuda Harus Sehat agar Bangsa menjadi Kuat

31 Agustus 2018   21:37 Diperbarui: 31 Agustus 2018   22:32 0 2 1 Mohon Tunggu...
Pemuda Harus Sehat agar Bangsa menjadi Kuat
pinterest

Mens Sana in Corpore Sano. Sebuah frase dalam bahasa Latin yang bermakna "dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat"

Kesuksesan Jonatan Christie (Jojo) dan Lalu Muhammad Zohri yang viral di media sosial memang hadir sebagai idola baru di Indonesia. Peran mereka sebagai Atlet Asian Games 2018 yang berhasil mengharumkan nama bangsa dengan prestasi patut diacungi jempol. Mereka telah terlatih dan terbiasa menerapkan gaya hidup sehat.

Tapi, kedua anak muda tersebut hanya menjadi contoh bagi fenomena lain di ujung negeri. Tak bisa dipungkiri bahwa 73 tahun Indonesia merdeka, negeri ini masih menyisakan problematika gizi. Berdasarkan Global Nutrition Report 2014 yang penulis baca, Indonesia termasuk 17 negara yang memiliki masalah gizi serius. Masalah bangsa seperti ini harus tetap diperbaiki agar bangsa Indonesia tidak mendapat predikat gizi terburuk.

Apalagi banyak anggapan yang beredar "Anak muda kok loyo!". Perkataan itu mungkin sering kita dengar saat orang yang lebih tua melihat generasi muda tidak bertenaga. Anak muda zaman now hanya menghabiskan waktu untuk chat dengan teman-temannya melalui aplikasi instant messaging kesayangannya.

Banyak juga yang suka bermain games online dan waktu yang mereka punya menjadi terbuang percuma. Hal ini berujung pada kecanduan gadget yang lama-kelamaan menggangu kesehatan mereka seperti kepala pusing, flu, maag, sulit tidur, dan keluhan lain.

Pupus sudah harapan untuk generasi muda yang seharusnya menjadi tonggak kekuatan bangsa. Produktivitas semakin menurun jika generasi muda tidak menerapkan gaya hidup sehat. Kecerdasan seakan sirna karena kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hal tersebut hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kadang kita lupakan, misal pola makan, pola istirahat, pola pikir, dan pola hidup.

Semua pola tersebut terpadu dalam gaya hidup sehat. Bukankah kita ingin melewati masa muda dengan pengalaman yang menyenangkan? tentu saja iya. Kesehatan akan memberi manfaat berfaedah yang terasa asyik dalam menjalani hidup. Penampilan akan selalu terasa ceria, kualitas tidur terjaga, dan semua lebih bahagia.

Lantas, bagaimana supaya kita bisa menerapkan gaya hidup sehat? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan berdasarkan pengalaman penulis.

1. Pilih asupan nutrisi yang bergizi

Wisata kuliner bagai menjadi gaya hidup kekinian milenial. Beli jajan di pinggir jalan yang dikenal dengan street food sampai nongkrong di restoran mahal rela dilakukan hanya untuk update status di media sosial. Tapi, apakah kita sudah memilih bahwa makanan dan minuman yang kita pesan terjamin kesehatannya?

Maka, kita harus lebih selektif dalam memilih makanan. Coba perhatikan komposisi bahan makanan yang mengandung pemanis, pengawet, penyedap, pewarna, dan pengembang. Jangan biarkan komposisi tersebut masuk dengan mudah begitu saja sehingga memberi dampak buruk bagi kesehatan kita.

Sebisa mungkin atur bahan makanan yang akan kita konsumsi. Asupan nutrisi terbaik masih ada dalam kategori 4 sehat 5 sempurna yang terdiri dari nasi, lauk, sayur, buah, dan susu. Ingat kandungan nutrisi yang tersedia didalamnya sangat bermanfaat. Hal ini akan mencegah penyesalan yang datang di akhir seperti saat sakit perut diderita.

Indikator sederhana gizi seimbang adalah konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup. Hal ini karena sayuran dan buah-buahan dapat memenuhi kebutuhan kita akan vitamin, mineral, dan serat pangan. Selain itu, mengonsumsi sayur dan buah juga menjadi salah satu aktivitas utama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan.

www.hellosehat.com
www.hellosehat.com
Penulis juga teringat salah satu program Revolusi Pangan dari perusahaan Danone Indonesia dengan tema "one planet one health". Program tersebut selalu mensosialisasikan kepada generasi muda untuk mendapat asupan gizi yang cukup karena kita akan menjadi bagian dari orangtua di masa mendatang. Transisi dari remaja ke dewasa pasti membutuhkan gizi untuk reproduksi.

Lewat gerakan tersebut, perusahaan mengajak konsumen, mitra ritel, petani, pemasok barang dan yayasan nirlaba untuk bersama membuat desain, memproduksi, memasarkan, dan mengonsumsi makanan dengan cara baru demi menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat serta mempertahankan kesinambungan bumi.

Pada akhirnya, pemilihan makanan dan minuman yang kita konsumsi akan menentukan masa depan bumi yang akan kita tinggali. Komitmen kita juga harus disesuaikan dengan mengatur pola makan supaya tetap seimbang. Waktu sarapan, makan siang, dan makan malam harus disesuaikan dengan tepat minimal 4 jam. Begitu saran dari teman penulis yang juga seorang dokter.

Konsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh juga harus dipertahankan sehingga tidak berlebihan porsinya. Jangan cuma berpikir bahwa kita makan hanya untuk kuliner yang enak dan dalam jumlah banyak. Alokasikan kuliner bergizi sebagai sumber tenaga demi daya tahan tubuh dan penangkal radikal bebas. Frekuensikan pola makan kita supaya semua terasa nikmat.

Bukankah dalam agama Islam sudah diingatkan, "Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang"

2. Berolahraga

Kesibukan penulis begitu menyita waktu. Tapi, aku tak mau melupakan satu hari dalam seminggu untuk berolahraga. Aku selalu butuh fisik dan jiwa yang lebih bugar agar pikiran terasa segar. Sempatkan saja waktu sebentar untuk menggerakan tubuh dengan senam atau olahraga ringan lain contoh jogging (lari), bersepeda, nge-gym, yoga, dan berenang.

www.kompas.com
www.kompas.com
Jika Kompasianer masih kurang termotivasi untuk berolahraga sendiri. Coba ajak keluarga atau teman-teman yang hobi berolahraga agar bisa saling memotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat.

Di samping untuk mengeluarkan keringat, kita juga bisa menjalin keakraban dalam berinteraksi di dunia nyata. Relaksasi akan semakin terasa manfaatnya dalam kehidupan dan fleksibilitas waktu bisa menggunakan kesempatan demi kesehatan yang lebih baik.

3. Berekreasi

Piknik di taman (pxhere.com)
Piknik di taman (pxhere.com)
Mencari hiburan tidak harus mengunjungi tempat-tempat hiburan. Bukan berarti kita menerapkan gaya hidup hedon atau pola perilaku yang konsumtif. Rekreasi bisa kita lakukan dengan mencari udara segar di taman sambil berjalan kaki, menonton film kesukaan, dan berdarma wisata ke tempat-tempat religi. Tak perlu memaksa diri untuk memilih tempat yang jauh.

Jika kita punya pekarangan rumah yang luas, ajak anggota keluarga lain untuk sekedar makan bersama di sana dengan nuansa piknik. Gali komunikasi sambil berbagi cerita tentang apa saja atau sambil membuat kreasi kerajinan tangan untuk hiasan.

4. Beristirahatlah secukupnya

Waktu libur jangan dijadikan alasan sebagai 'balas dendam' untuk tidur seharian. Dengan begitu pola istirahat tetap saja akan berantakan. Atur kembali ritme waktu dalam skala prioritas. Kapan harus tidur, kapan lagi harus kembali bekerja.

Rata-rata tubuh butuh durasi tidur sekitar 7-8 jam per hari. Intinya, tidurlah lebih awal jangan terlalu larut supaya tidak bangun karena kesiangan sehingga aktivitas bisa terlambat. Ingat lagu bung Rhoma kan "Begadang jangan begadang. Kalau tiada artinya... ."

Doa untuk para insomnia seperti saya (instagram/sahabatsurga)
Doa untuk para insomnia seperti saya (instagram/sahabatsurga)
Pola tidur yang cukup akan membiasakan diri untuk fokus pada ritme kegiatan. Jangan sampai anak muda terbiasa dengan sistem belajar atau kerja yang dikenal dengan istilah "sistem kebut semalam".

Kondisi demikian hanya membiasakan diri untuk menunda pekerjaan sehingga kita akan tergesa-gesa saat waktu pengumpulan akan usai. Sudah pasti saat itu pola istirahat akan terabaikan dan sistem imun dalam tubuh menjadi lemah. Bahkan kita mudah terserang penyakit.

Jadi, jangan tunda tugas apapun dari sekarang. Mari kita tanamkan prinsip "segera selesai, lekas bersantai".

5. Berpikir Positif

Pola pikir kita sangat erat kaitannya untuk mengelola stres. Jika terlalu lama melihat timeline media sosial yang gaduh atau terlalu banyak hal yang kita pikirkan, hal ini akan berujung pada kerja organ tubuh yang tidak beraturan. Beban hidup terasa lebih berat dan tekanan seolah tiba begitu cepat.

Disiplin dalam bermeditasi itu perlu. Ada kala kita harus membentuk pola komunikasi baik secara vertikal dengan Tuhan (Sang Pencipta) dan secara horizontal dengan sesama manusia. Bukankah kita diciptakan tidak hanya sebagai makhluk sosial, tetapi juga sebagai makhluk hidup yang memiliki akal pikiran.

Intinya, kita harus lebih memperbanyak beribadah melalui berdoa dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dengan begitu kebutuhan jasmani (ragawi) dan rohani (spiritual) bisa terpenuhi dalam keseimbangan hidup yang lebih berarti.

Plukme!
Plukme!
Nyatanya, 5 langkah di atas yang penulis lakukan begitu sederhana. Pola hidup sehat itu mudah dan murah. Kita bisa mencoba sekali dan lama-kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan. Kesehatan jangan sampai diabaikan sesibuk apapun kegiatan yang kita lakukan. Tentu siapa saja mendamba gaya hidup sehat yang berkualitas. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Itulah yang harus kita terapkan mulai dari hari ini, besok, dan sampai akhir hayat nanti. Jiwa muda yang sehat bisa dimiliki siapapun tergantung pada apa yang kita tanam dalam tubuh ini. Bangsa yang kuat berawal dari peran pemuda yang sehat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat*

Salam Sehat!

Baca juga cerita kesehatan lain:

1.  Kandungan Gizi dalam Komposisi Menu
2. Persiapkan Menu untuk Jaga Stamina
3. Sehat Itu Asyik
4. Selalu ada Krim Otot
5. Atasi Stres dengan 5 Tips Sehat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x