Mohon tunggu...
Sri Wintala Achmad
Sri Wintala Achmad Mohon Tunggu... Penulis - Biografi Sri Wintala Achmad

SRI WINTALA ACHMAD menulis puisi, cerpen, novel, filsafat dan budaya Jawa, serta sejarah. Karya-karya sastranya dimuat di media masa lokal, nasional, Malaysia, dan Australia; serta diterbitkan dalam berbagai antologi di tingkat daerah dan nasional. Nama kesastrawannya dicatat dalam "Buku Pintar Sastra Indonesia", susunan Pamusuk Eneste (Penerbit Kompas, 2001) dan "Apa dan Siapa Penyair Indonesia" (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017). Profil kesastrawanannya dicatat dalam buku: Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku (Balai Bahasa Yogyakarta, 2016); Jajah Desa Milang Kori (Balai Bahasa Yogyakarta, 2017); Menepis Sunyi Menyibak Batas (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018). Sebagai koordinator divisi sastra, Dewan Kesenian Cilacap periode 2017-2019.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Empat Kenangan Unik dalam Catatan Bulan Ramadan

12 Juni 2018   23:23 Diperbarui: 12 Juni 2018   23:39 1193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://www.ceska-justice.cz


Dok. Pribadi.
Dok. Pribadi.
BAGI umat Islam, kedatangan bulan Ramadhan senantiasa membawa berkah yang harus ditebus dengan puasa (mengendalikan hawa nafsu) dan memerbanyak amal kebajikan. Melalui ibadah, umat Islam akan mendapat ampunan Allah atas segala dosanya. Mereka pun akan kembali dalam kefitrian. Serupa komputer yang ter-scan tuntas sehingga terbebas dari spam, malware, virus, dan semacamnya.

Berkat keistimewaannya, umat Islam niscaya merasa kehilangan ketika ditinggalkan bulan Ramadhan. Ditinggalkan bulan Ramadhan, perasaan mereka ditinggalkan lama oleh kekasihnya. Sungguhpun, sang kekasih yang dirindukan siang malam itu bakal kembali pada waktunya.

Kenangan Unik

Kerinduan akan kembali datangnya bulan Ramadhan, kareana banyak kenangan yang ditinggalkan. Bukan hanya kenangan yang lazim dirasakan orang berpuasa seperti lapar dan dahaga, melainkan pula kenangan-knangan unik yang berkaitan dengan jumlah saft, tukar sandal, bangun sesudah imsyak, atau lupa puasa.

Jumlah shaf

Pada minggu pertama bulan Ramadhan, deretan para jamaah yang menunaikan salat tarawih di masjid senantiasa berhaf-shaf. Memasuki minggu ketiga, jumlah shaf berkurang drastis. Ini menunjukkan bahwa melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan sangat berat.

Tukar sandal 

Biasanya kejadian tertukarnya sandal pada waktu tarawih minggu pertama bulan Ramadhan di mana jamaah yang hadir di masjid dalam jumlah sangat banyak. Sehingga puluhan hingga ratusan pasang sandal yang bercampur di luar batas suci masjid sering tertukar. Kalau, tertukar sepasang tidak masalah. Namun, bila cuma sebelah yang tertukar niscaya membikin malu dan sebel.

Bangun sesudah waktu imsyak

Di antara umat Islam niscaya mengalami bangun sesudah imsyak. Karena tidak bersantap sahur, bagi kaum awam, membatalkan puasanya. Tetapi bagi kaum yang mendalami ilmu agama tetap berpuasa, sungguhnpun tidak bersantap sahur. Mengingat tanpa sahur, sah puasanya.

Lupa berpuasa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun