Mohon tunggu...
Achi Hartoyo
Achi Hartoyo Mohon Tunggu... Editor - https://achihartoyo.com/

https://achihartoyo.com/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

#SunprideBerbagiKebaikan Ajak Masyarakat Berbagi di Saat Pandemi

23 Oktober 2020   10:22 Diperbarui: 23 Oktober 2020   13:42 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kepedulian sosial dan gotong royong dari masyarakat di saat pandemi terus tumbuh. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai gerakan sosial untuk membantu warga lain yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19. Termasuk dukungan Ketapels dalam berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi oleh berbagai instansi.

Salah satunya yang dilakukan Sunpride, brand yang disandang PT Sewu Segar Nusantara untuk memayungi buah-buahan yang didistribusikan di Indonesia sejak tahun 1995. Sunpride sendiri sudah beberapa kali memberikan dukungannya dalam berbagai kegiatan sosial yang digagas oleh Ketapels.

Beberapa waktu sebelumnya, Sunpride juga turut memberikan donasi saat Ketapels melakukan kunjungan ke Panti Lansia Berdikari di BSD City Tangerang Selatan.

Guna memeringati hari ulang tahun perusahaan (anniversary) yang ke-25, Sunpride meluncurkan program #SunprideBuatKebaikan yang bertepatan dengan 25 tahun Sunpride.

Peluncuran program ini disosialisasikan secara virtual pada 22 Oktober 2020. Saya, bersama tiga teman Ketapels, turut diundang dalam acara yang digelar secara virtual tersebut.

Program sosial #SunprideBuatKebaikan ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Mulai dari tanggal 22 Oktober hingga 7 Desember mendatang. Sunpride turut mengajak konsumennya untuk membantu masyarakat dalam mengonsumsi buah-buahan segar berkualitas.

Terlebih, di saat pandemi seperti sekarang. Daya tahan atau imun tubuh harus tetap terjaga dengan asupan nutrisi dari buah-buahan berkualitas seperti Sunpride.

"Di saat pandemi seperti sekarang, Sunpride ingin membantu kebutuhan gizi masyarakat, dan berperan serta dalam membantu masalah kekurangan gizi yang disebabkan penurunan daya beli masyarakat untuk mengonsumsi buah-buahan berkualitas." Demikian dituturkan Cindyanto Kristian, CEO PT. Sewu Segar Nusantara.

Saat ini, berdasarkan data dari UNICEF, Indonesia tergolong negara dengan jumlah anak yang mengalami stunting dengan jumlah terbanyak.

Stunting sendiri adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Setidaknya, ada sekitar tujuh juta anak Indonesia berusia di bawah lima tahun yang mengalami stunting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun