Mohon tunggu...
Asri Salam
Asri Salam Mohon Tunggu... Buruh - Something Went Wrong

Ketika Mereka Memelihara Kebodohan, Berarti Hanya Mereka Yang Mau Makan. Gombara 94-2000 www.acchijie.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bermain Skip Challenge di Era Berbeda

20 Maret 2017   22:48 Diperbarui: 21 Maret 2017   08:00 80
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Akhir-akhir ini dimedia sosial maupun diberita televisi dikabarkan tentang permainan Skip Challenge yang lagi marak dan menjadi tren dikalangan anak-anak remaja usia sekolah baik SMP, anak SMA bahkan anak SD pun juga ada yang melakukan permainan ini, dan saking maraknya guru dan orang tua bahkan sampai Menteri Pendidikan pun dibuat cemas.

Permainan ini dilakukan lebih dari dua orang karena ada pihak yang menjadi obyeknya dan ada pihak sebagai penekan dada  yang bisa lebih dari satu orang, permainan ini adalah permainan yang berbahaya karena menekan dada dengan keras sehingga suplai oksigen menjadi sangat berkurang pada orang yang ditekan dadanya itu dan akibatnya orang yang ditekan dadanya itu menjadi lemas kesadaran menjadi sangat berkurang bahkan menjadi pingsan dan terkadang dalam keadaan pingsan itu ia mengalami mimpi sesaat.

Menurut ilmu medis permainan ini sangat berbahaya karena suplai oksigen dari jantung ke otak menjadi terganggu sehingga bisa membuat organ-organ dalam maupun luar tubuh sangat rentang untuk cedera seperti jantung, paru-paru, otak, dan kepala yang bisa saja terbentur sangat keras saat terjadinya pelemasan tubuh atau disaat pingsan.

Dengan adanya kabar berita diatas yang berseliweran dimedsos maupun berita di Televisi saya menjadi ingat kembali waktu saya bersekolah di Gombara, ternyata saya dan teman-teman pernah melakukan hal serupa di Asrama, dan permainan ini diperkenalkan oleh salah satu teman kami yang ia bawa dari kampungnya dibagian selatan Sulawesi selatan, namun saat itu kami belum tahu namanya permainan itu adalah namanya permainan Skip Challenge karena saat itu kami hanya mengistilahkan permainan mimpi dan teman yang memperkenalkan permainan ini mengatakan pada teman yang mau menjadi obyeknya (kelinci percobaan) ini permainanan mimpi sebab dalam keadaan pingsan sesaat itu terjadi mimpi didalamnya.

Saya sendiri tidak pernah menjadi obyeknya tapi ada beberapa teman yang melakukannya karena terbawa rasa penasaran dan ingin mencoba hal itu, maklum saat itu usia kami masih masa-masa sekolah sama akan hal dengan anak-anak sekolah saat ini yang melakukan permainan ini saat ini yang jiwa mudanya masih sangat bergelora untuk mencoba hal-hal baru meskipun itu sangat ekstrim, Permainan ini kami lakukan di Asrama bahkan seingat saya juga pernah dilakukan dikelas saat guru belum datang atau disaat istirahat dan pergantian mata pelajaran.

Mungkin teman-teman saat ini baru kaget setelah tahu dampak buruknya dari permainan beberapa tahun silam yang lalu yang pernah kami lakukan itu di Gombara bahwa dampaknya sangat berbahaya dan bisa fatal akibatnya karena sangat rentan untuk cedera bahkan resiko cacat karena rusaknya organ tubuh dan bisa beresiko kematian, semoga Allah memaafkan kebodohan kami saat itu dan buat adik-adik yang masih penasaran melakukan permainan ini segeralah urungkan niatnya sebab nikmat sehat dan organ tubuh yang sehat jangan dibikin rusak, Sayangi Tubuhmu…!!!

Dari Sahabat Kandungmu KLIK disini atau disini atau disini yah..!!!

Secuil Kenangan Lain di Gombara Baca Juga Di Sini :

1.     Arti dari Sebuah Kejujuran

2.     Pergeseran Tradisi

3.     Ketika Kismul Hanya Panas-panas Tai Ayam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun