Abusagara
Abusagara

satu hari, satu tulisan. Ingin mendapatkan kebaikan mesti harus memungut dari jalanan

Selanjutnya

Tutup

Regional

60 Menit, Hafal Al Quran 30 Juz

15 Februari 2018   08:08 Diperbarui: 15 Februari 2018   08:47 482 1 1

Oleh : Ade Jaja Nurjaman

Ini kisah nyata tanpa sama sekali rekayasa, sudah berlangsung selama 2 tahun lebih  Dan program ini sudah meluluskan 3 orang hafidz quran.

Jika melihat judul secara sepintas ini nyaris tidak mungkin terjadi, tapi berkali- kali kita disuguhkan fakta bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Ada sebuah program yang dijalankan oleh lembaga pendidikan di Bogor yaitu SIT UMMUL QURO BOGOR. Program ini cukup unik, hanya menyisihkan waktu 120 menit setiap minggunya untuk bertemu dengan musyrif (guru), siswa yang tergabung dalam halaqoh (pertemuan) bisa menambah kemampuan ataupun capaian hafalan Alquran.

Kenapa hafalan Alquran? alasan ini sangat kuat untuk diambil,  karena tidak bisa kita redam bahwa geliat atau semangat kaum muslim dunia untuk lebih dekat dengan Alquran pada saat ini sangat besar, hal itu ditunjukan dengan adanya berbagai program hafalan quran, berdirinya lembaga-lembaga pesantren quran, terbentuknya komunitas-komunitas quran, bahkan kurikulum sekolahpun sepertinya ingin ikut ambil bagian dan membubuhkan Alquran kedalam kurikulumnya.

SIT ummul quro Bogor yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun , merupakan pelopor sekolah yang menjadikan Alquran (Tahsin & Tahfidz ) sebagai mata pelajaran unggulan. Dan memiliki misi yang besar bahwa sekolah formalpun bisa berprestasi dengan Alquran. Seiring berjalannya wakti, maka hadirlah DGPQ sebagai wadah untuk kaum muslim yang ingin menjadi pengajar quran. Dan pada akhirnya Pesantren Quran pun resmi digulirkan sekitar  tahun 2015.

Pesantrenn Quran ini targetnya adalah semua siswa-siswi kelas 4 SD sampai dengan kelas XII SMA yang memiliki keinginan kuat  menambah hafalan Al-qurannya . Pesantren Al-Quran ini diselenggarakan dua kali dalam sepekan, yaitu hari Selasa pagi dan Jum'at pagi, tepatnya pukul 06.30. Pada pukul 06.30 Santri (siswa-siswi) dan musyrif (guru) mengawali kegiatannya dan mengakhiri kegiatanya pukul 07.30 . 

Selama 60 menit ini santri akan memperdengarkan hafalan ayat-ayat Al- Quran sesuai dengan target harian yang sudah dibuat dan disepakati dari awal kepada musyrif. Setiap Musyrif akan menyimak hafalan sejumlah santri , antara 6 santri sampai 10 santri dalam satu kelompoknya. Target hapalan harian disepakati antara musyrif dan santri sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

Ada santri yang membuat komitmen dan target satu hari satu baris,dua baris, tiga baris bahkan 6 baris. Pada hari selasa pagi santri akan memperdengarkan/menyetorkan hafalannya selama tiga hari sebelumnya yaitu hafalan ayat yang dihafal mulai dari hari sabtu, ahad, dan senin. Begitupun pada hari jum'atnya santri akan menyetorkan hafalan yang ditambah tiga hari sebelumya yaitu selasa, rabu, dan kamis. 

Dalam menambah hafalan harian , santri bisa meminta bantuan kepada temannya (sesama santri Pesantren Quran) atau kepada teman lainnya diluar santri untuk membantu menyimak hafalan barunya. Jika memang tidak memungkinkan maka santri bisa meminta bantuan kepada orang tua atau saudaranya di rumah. Sebagai bukti kuat bahwa santri menambah hafalan dan melaksanakan program hariannya , maka musyrif menyediakan buku catatan harian target hapalan. Setiap menambah hapalan tiap hari, partner santri yang diminta untuk menyimak hafalannya harus memberikan paraf atau tandatangan sebagai bukti program itu terlaksana

Metode menghafal yang diterapkan dalam program ini menggunakan metode "triple ten". Sesuai dengan namanya metode ini menerapkan sistem 10 dalam menambah hapalan. Langkah dari triple ten itu adalah :

A. 10 kali pertama membaca Alquran dan melihat Mushaf. Langkah ini wajib dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan visualisasi santri, mengautkan ingatan tentang letak ayat dalam mushaf. Langkah ini tidak disarankan untuk menghafal, langkah pertama ini hanya murni membaca dan tidak mengingat -ingat ayat.

B. 10 Kali kedua membuka dan menutup Mushaf Alquran. Tujuan dari tahapan ini adalah mencoba menghafal  dengan bekal tahapan pertama yang dilakukan. Karena secara tidak sadar pada tahaoan pertama saat membaca, ayat-ayat quran yang dibaca tersimpan dalam ingatan santri, maka pada tahapan ini santri memulai menghafal, tetapi jika belum hafal santri masih bisa membuka mushaf.

C. 10 kali ketiga menutup mushaf. Santri konsisten mengulang hafalannya selama 10 kali dalam kondisi Alquran ditutup.

Jika metode tadi betul-betul dilakukan tahapannya, maka kami meyakini santri-santri akan mudah menambah hafalan Al-quran. Selanjutnya, apabila kita lihat target harian seperti 1 baris, 2 baris,3 baris, terlihat seperti target yang sangat sedikit , padahal kalau diakumulasikan selama sepekan, jika anak mentargetkan tiga baris saja ayat yang dihafal setiap harinya, maka selama sepekan santri akan menambah hafalannya sebanyak 21 baris ( hampir dua halaman Al-Quran). Jika konsisten dilakukan maka santri akan mengkhatamkan hafalan 30 Juz selama 300 minggu atau 75 bulan atau 6 tahun lebih 4 bulan.

Jika target setiap hari bisa lebih dari tiga baris , maka dalam mengkhatamkan hafalan , anak bisa menempuh durasi waktu yang lebih singkat lagi. Tetapii, hal yang terpenting dalam menghafal Alquran adalah keseimbangan kekuatan antara menambah dan mengulang hafalan. Mudah-mudah kita sebagai ummat muslim selalu memiliki keinginan kuat untuk menghafal, memahami, mengimani, dan mengamalkan seluruh kandungan dan mujizat Al-Quran