Mohon tunggu...
Abuifan
Abuifan Mohon Tunggu... Editor - I am just me

Just me and my life https://amanahsolution.com/me

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ahli Pemrograman terbaik Yang Pernah Saya Kenal, Namun Tidak terendus Raksasa Teknologi

6 Juli 2015   03:20 Diperbarui: 9 September 2015   13:56 513
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kisah seorang yang memiliki kemampuan hebat, namun tidak mendapatkan harga yang pantas akan kemampuannya ternyata banyak kita jumpai di dunia ini. Kalo biasanya kita jumpai dalam dunia sinetron ataupun fim bahwa orang tersebut melalui perjuangan atau entah kebetulan, dengan skenario yang baik pada akhirnya mendapatkan derajat kesuksesan ataupun kemuliaannya maka tidak demikianlah di alam nyata. Banyak orang yang memiliki kemampuan hebat di atas rata-rata namun tidak dapat berjaya. Mereka tetap pada kehidupannya entah itu karena ketidakberuntungan atau mungkin juga memang pilihan hidupnya sudah seperti itu.

Al kisah nyata, dia adalah seorang programmer. Bersekolah di sebuah perguruan tinggi yang berorientasi pada menciptakan para ahli di bidang komputer. Dan kita tahu bahwa biasanya tidak banyak alumni jurusan komputer yang jago/ ahli di bidangnya. Kurang dari 30 % yang benar-benar sabar menekuni bidangnya tersebut. Yang 70 % persen biasanya beralih ke bidang lain seperti jualan online, data entry, admin atau semacamnya. Alasannya capek ngoding. Dan ternyata si dia ini mampu menjadi lulusan terbaik di kampus tersebut dan tetap menekuni bidang pemrograman.

Sudah menjadi bagian dari hidupnya, ketika kuliah dia nyambi menjadi programmer freelance untuk menambah uang sakunya yang memang sudah tidak dibiayai orangtua. Selain itu juga nyambi sebagai asisten lab dan dosen. Tentu saja sebagai mahasiswa aktif juga ikut kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Namun dapat dilaluinya semua itu dengan penutup yang sangat baik, menjadi sarjana dengan predikat sebagai lulusan terbaik.

Singkat cerita, sesi berikut kehidupannya adalah bekerja. Sebagai seorang lulusan terbaik, takdir membawanya diterima di perusahaan milik dekan fakultas Teknologi Informasi di ITS. Berbagai proyek pemerintah dilahapnya dengan sangat baik. Cukup berprestasi. Kalau biasanya sering programmer lain mendapatkan teguran karena dianggap lambat atau semacamnya, namun tidak dengannya. Sang direktur (bosnya) cukup segan dan salut terhadap kinerjanya. Mengerjakan proyek sistem intelejen pemetaan walaupun baru pertama kali ternyata dapat dikerjakannya dengan sangat baik. Pun demikian dengan proyek sistem kepegawaian di Telkom dan PLN.

Takdir berikutnya dia memutuskan keluar dari perusahaan tempat dia bekerja. Alasannya karena menikah. Namun tetap melakukan pekerjaan freelance. Alkisah berikutnya dia mendapatkan proyek secara freelance untuk mengerjakan sistem informasi akuntansi. Sebuah sistem akuntansi sebuah yayasan pendidikan yang cukup ternama di Mojokerto, dan ternyata mampu dikerjakannya sendirian tanpa bantuan siapapun. Untuk programmer lain mungkin dibutuhkan minimal 2 orang dan bantuan seorang akuntan internal. Namun ternyata tak lebih dari 3 bulan pekerjaan inipun dapat diselesaikannya sendiri dengan baik. Akuntan yayasan pendidikan inipun mengakui bahwa garapannya sangat baik. Dan jangan lupa, sebelum dia mengerjakan proyek ini telah ada 4 vendor perusahaan IT yang mencoba mengerjakannya dan tidak ada satupun yang berhasil.

Prestasi lain dari nya untuk sistematisasi software di yayasan pendidikan tersebut adalah mengerjakan software sistem penerimaan mahasiswa baru, sistem informasi keuangan sekolah, dan sistem informasi perpustakaan. Dan sekali lagi kesemuanya dikerjakan sendirian tanpa bantuan siapapun dan dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Bahasa program yang digunakanpun tidak seragam. Awalnya memakai desktop Visual Basic, kemudian dikembangkan lagi dengan sistem webbase (php dan mysql). Dan ternyata cukup mudah itu penyesuaiannya.

Takdir berikutnya membawanya untuk mengerjakan beberapa aplikasi berbasis web. Di antaranya adalah sistem informasi akademik untuk sekolah umum, sistem informasi akademik untuk sekolah islam terpadu, sistem informasi toko, website dengan CMS Joomla, dan sistem SMS Center untuk masjid. Sekali lagi kesemuanya dikerjakan sendirian kurang dari satu tahun include all. Dan kesemuanya bisa berjalan dengan baik.

Takdir selanjutnya membawanya mengerjakan sebuah software pesanan sebuah perusahaan besar di Papua. Perusahaan tersebut bergerak di bidang assembly perakitan kapal. Saban harinya ribuan part-part komponen penyusun kapal harus di kelola. Nah, dia ini yang ditugasi untuk membuat software inventarisasinya. Dan ternyata berhasil itu. Tidak lebih dari 2 pekan saja dia berhasil menyelesaikan. Walaupun menurut pengakuannya pekerjaan ini mudah saja makanya bisa dikerjakan sebentar, namun kenyataannya kok sebelumnya belum ada ya yang sanggup mengerjakan ? kalaupun ada harganya sangat mahal. Makanya perusahaan ini belum mau investasi untuk software ini. Dan dia lagi-lagi bisa mengerjakan dengan biaya yang sangat murah. Padahal harusnya dapat lebih banyak lah ya. Kasihan kan.

Lebih mengherankan lagi, software inventori ini saya iseng-iseng coba iklankan di internet. Ternyata hanya dalam beberapa hari ada pembeli dari sebuah perusahaan kontraktor jalan terkenal di Indonesia. Dan ternyata begitu di beli ya bisa digunakan dengan baik itu. Prestasi lagi bagi si dia.

Takdir berikutnya mengantarkannya untuk mengerjakan sebuah aplikasi HRD dan Payroll di sebuah yayasan sosial terkenal di Surabaya. Untuk pekerjaan ini mungkin mendapatkan bantuan dari kawan, namun sedikit aja (mungkin sekitar 10 % nya saja). Sekali lagi berhasil dengan baik. Padahal sebelumnya sudah ada beberapa vendor yang mengerjakan dan pada tidak berhasil. Keroyokan nggarapnya tidak berhasil, namun dia ini sendiri (dibantu sedikit aja) namun berhasil. Prestasi lagi.

Keberhasilan membuat sistem HRD dan Payroll menjadikannya dipercaya lagi untuk menggarap sistem informasi akuntansi di Lembaga Sosial tersebut. Sebuah sistem informasi akuntansi yang mengelola data dari 23 cabang di seluruh Indonesia. Sempat ada mis komunikasi dimana pihak Lembaga Sosial ini menghendaki pengelolaan menyeluruh di semua cabangnya namun tidak dikomunikasikan di awal perjanjian. Namun pada endingnya sekali lagi berhasil juga. Padahal semua vendor sebelumnya telah menyerah. Ini diceritakan oleh orang dalam yayasan sendiri. Memang keahlian dia ini selain pakar di bidang persoftwarean juga pakar di bidang akuntansi. Perpaduan yang cukup unik dan luar biasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun