Mohon tunggu...
Agus Budi Utomo
Agus Budi Utomo Mohon Tunggu... Guru - Penulis

Hobi saya sendiri adalah menggambar dan menulis puisi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kisah Pilu Ibu Pertiwi

19 Oktober 2022   07:32 Diperbarui: 19 Oktober 2022   07:42 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Tak terasa kini kau telah cukup tua

Tumbuh menjadi Ibu yang makmur dan sentosa

ketika engkau masih belia, banyak manusia yang mendekat

Bukan karena cinta, tapi karena engkau seorang ningrat

Dari rempah sampai batang mulya pun mereka embat

Kini pangkat telah berpindah tempat

Anak anakmu kini dipaksa jadi pekerja

Bukan untuk keluarga, tapi untuk kepentingan mereka

Anak anakmu kini dipaksa jadi pesuruh

Bukan karena mau, tapi nyawa tinggal separuh

Jerit tangis, jerit sakit, jerit penat perlahan mulai berbisik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun