Mohon tunggu...
abraham raubun
abraham raubun Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli gizi

Olah raga, kuliner

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Lansia Tambah Usia Tambah Berkarya

30 September 2022   10:28 Diperbarui: 30 September 2022   11:07 81 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

"Menjadi tua itu kodrati, merasa tua itu pilihan diri".

Banyak orang merasa diri sudah tua. Lalu beraktivitas kurang, berkaryapun jarang. Umumnya demikian. Tetapi ada juga lansia yang masih bersemangat penuh daya.

Pagi itu seorang kawan mantan pejabat eselon satu yang sudah purna tugas mengirim pesan singkat. "Help, bantu info saya diminta sambutan dalam Posbindu terkait Penyakit Tidak Menular pada lansia"

Saya memakluminya karena dia yang sangat paham tentang desa dan pemberdayaan masyarakat harus bicara soal Kesehatan. Sebagai seorang yang berlatar belakang di bidang Kesehatan tentu saja saya dimintai tolong.

Ada yang mengatakan lansia itu seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Ada tambahannya, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Agak membuat spirit menurun.

Dalam kenyataannya banyak lansia berprestasi dalam berbagai profesi. Semisal Joe Biden diusianya yang ke 78 tahun terpilih menjadi Presiden. Konon menurut penelitian meskipun kecepatannya melambat tetapi kapasitas otak pada lansia meningkat. Ini disinyalir karena semua bagian otak aktif, sehingga berpikir lebih bijak dalam mengatasi berbagai masalah. Kalau diperhatikan  turis-turis yang datang ke Indonesia banyak juga yang berusia lanjut. Mereka nampak masih bugar.

Apa pasal seorang sampai lanjut usia masih berjaya? Nampaknya ini ada kaitannya dengan kualitas SDM dalam siklus hidup. Ada titik-titik kritis usia dalam siklus hidup. Ini merupakan kelompok rentan. Mulai dari janin dalam kandungan, sampai lansia.

Kelompok rentan ini punya kebutuhan dan resiko. Jika kebutuhan tidak terpenuhi, maka timbul resiko. Tidak saja fisik yang terpengaruh, tetapi juga intelektual. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat, bahkan bisa terjadi gagal tumbuh.

Lansia memang ada di ujung siklus hidup. Namun tentu tidak berarti semua aktivitas yang berprestasi harus terhenti. Pemerintah melalui Permenkes nomor 71 tahun 2015 mengatur tentang Pos Binaan Terpadu (Posbindu). Tujuan utamanya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

PTM itu Penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman atau bakteri. Diantarannya jantung koroner, diabetes, darah tinggi, kanker dsb. Sasaran Posbindu mulai dari umur 15 tahun sampai lansia.

Secara kelembagaan Posbindu termasuk Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Diatur lewat Permendagri nomor 18 tahun 2018. Kegiatan yang terkait upaya kesehatan masyarakat ini juga diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Karenanya Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa dibantu perangkatnya ikut bertanggungjawab dalam pembinaan lembaga-lembaga Kemasyarakatan ini. Termasuk merencanakan dukungan kegiatan lewat alokasi anggaran dan belanja desa untuk Pelayanan dasar.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan