Mohon tunggu...
Kang Aboe
Kang Aboe Mohon Tunggu... Buruh Migran

Mau santai boleh, mau serius juga boleh....

Selanjutnya

Tutup

Politik

Akhirnya Keluarga Kerajaan Saudi (Mulai) Pecah

27 Juli 2017   05:29 Diperbarui: 27 Juli 2017   06:16 0 0 1 Mohon Tunggu...
Akhirnya Keluarga Kerajaan Saudi (Mulai) Pecah
tweet sang pangeran Abdul Aziz bin Fahd

Jalan Pangeran Mohammed Bin Salman, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, menuju orang nomor satu di kerajaan Saudi Arabia mulai menemukan rintangan. Ini bukan dari pihak luar, tapi datang dari dalam keluarga kerajaan Saudi sendiri. 

Tahta Putra Mahkota yang didapatnya dengan  menggeser sepupunya sendiri , Mohammed Bin Nayef Al Saud, yang pada waktu itu menjadi Putra Mahkota. Sebuah kudeta halus nampaknya. Tanpa ada kesalahan fatal atau aib politik,  pada tanggal 20 Juni 2017, Mohammed Bin Nayef (MBN), figur kuat selama 20 tahun terakhir di jajaran aparat keamanan Arab Saudi dan calon Raja saat itu, tiba tiba saja diperintahkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Putra Mahkota.

Adalah Abdelaziz bin Fahd, putra mendiang raja Saudi sebelumnya Fahd Al Saud, dalam serangkaian ciutannya di twitter tampak dengan jelas sedang membela sang putra mahkota yang digulingkan tersebut dan  memberinya nasihat tentang apa yang harus dilakukan.

Pembelaan Pangeran Abdel Aziz Bin Fahd terhadap Mohammed Bin Nayef(MBN) ini bukan tanpa alasan. Selama ini rumor  dan berita yang berkembang MBN dicopot dari tahtanya oleh raja Salman sebagai Putra mahkota karena isu ketergantungannya terhadap obat obatan penghilang rasa sakit sejenis morfin sehingga mempengaruhi penilainnya dalam mengambil keputusan. Akhirnya Raja Salmanpun, berbekal 31 suara dari 34 Dewan Kepatuhan Arab Saudi,  mengangkat anaknya sendiri, Mohammed Bin Salman sebagai Putra Mahkota menggantikan Bin Nayef.

Tentu Saja isu tersebut dibantah. Salah seorang pejabat senior Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa isu ketergantungan Bin Nayef terhadap obat obatan terlarang merupakan tuduhan yang tak berdasar dan tidak benar, juga omongkosong belaka. Sumber lain menunjuk hidung Saud Al Qahtani sebagai dalang penyebar berita keterkaitan Bin Nayef dengan Narkoba.  Saud Qahtani ini merupakan sekretaris istana kerajaan yang juga kebetulan  tangan kanan dan orang kepercayaan Mohammed Bin Salman. Dia sengaja mengumpulkan dan mem-briefing awak media dan menyebarkan tuduhan tersebut terhadap MBN.

Meskipun ciutan Abdel Aziz Bin Fahad tidak merujuk secara gamblang pada Mohammed Bin Salman, postingannya dengan menggunakan tanda pagar "#Tidak_Untuk_Melukai_Mohammed_Bin_Nayef"tersebut oleh para pengamat dipandang sebagai serangan terhadap Putra Mahkota baru, yang baru saja ditunjuk sebagai Pemangku Jabatan Raja dan akan bertugas sebagai Raja selama Ayahnya pergi berlibur ke Maroko.

Sementara nasib MBN sendiri, menurut suatu laporan berita berada dalam status tahanan rumah. Tindakan tersebut diambil untuk membatasi ruang geraknya setelah digulingkan, tanpa diperbolehkan menerima tamu kecuali keluarga terdekatnya saja. Tak boleh menerima telepon dan hanya diizinkan untuk menemui Ibunya yang renta saja dan itupun dibawah pengawalan ketat para penjaga keamanan istananya yang baru.

Selain ciutan membela Bin Nayef, Abdel Aziz Bin Fahad juga bereaksi secara keras terhadap ciutan Yusuf Bu Khalifa, seorang pegiat Media Sosial dari UAE yang memajang foto Raja Salman disebelah Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed Bin Zayed(MBZ). Bin Fahad menyebut seorang MBZ tak sepadan bersanding bersama Raja Salman. Bahkan ia menyebut MBZ sebagai Seorang yang bermuka hitam laksana setan dan seorang yang menyesatkan dan pengkhianat terhadap Umat Islam.

Sebelum cuitan tentang Pembelaan terhadap Bin Nayef dan komentar pedas terhadap Putra Mahkota Kerajaan Abu Dhabi, Bin Fahd juga membuat cuitan dalam  Twitter yang ditulis sebagai respon terhadap pendudukan Masjid Al Aqsa. Dalam cuitannya tersebut Ia mendesak seluruh umat muslim untuk pergi bertempur demi membela  Masjid Al Aqsa di daerah pendudukan Yerusalem.

Siapakah Abdel Aziz Bin Fahd ?

Dia bukanlah Tokoh sembarangan. Selain sebagai Putra Mendiang Raja Fahd Bin AbdulAziz Al Saud, Ibunya berasal dari salah satu keturunan Keluarga Kaya Raya Saudi, yaitu keluarga al Ibrahim.  Selain sebagai seorang Pebisnis Ulung, Ia juga dipandang sebagai Penulis yang handal dan Analis Politik yang penuh wawasan. Pernah sangat dekat dengan mendiang Raja Abdullah, setelah berselisih faham dengannya, Ia sangat dekat dengan mendiang Putra Mahkota saat itu, Pangeran Nayef Bin Abdul Aziz AlSaud.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN