Abi Permana
Abi Permana

Bertamasya dengan Menulis

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

The New Leader Was Born

13 Maret 2018   20:16 Diperbarui: 13 Maret 2018   21:05 780 2 2
The New Leader Was Born
whatsapp-image-2018-03-13-at-13-05-25-5aa7dc14caf7db6c95280db2.jpeg

Sebelumnya saya pernah menulis Kelak AHY Akan Tuai Hasil Gagasannya Itu. Dalam tulisan itu saya memaparkan dan memprediksi bahwa suatu saat AHY akan tampil terdepan dengan gagasan, visi, dan intelektualitas yang ia miliki. Pasalnya, saya melihat potensi kepemimpinan yang sangat besar dalam dirinya.


Hari ini, prediksi saya itu benar. Nama AHY terus diperbincangkan dan dieluk-elukan oleh Partai Demokrat. Bahkan, partai-partai politik juga turut memperbincangkan dan mengapresiasi penampilan AHY dalam Rapimnas kemarin. The new leader was bornadalah sebutan yang saya rasa sangat tepat jika melihat sosok AHY saat ini.


Namun, di balik itu, tentu tak sedikit pula yang mendegradasi pencapaian AHY hingga saat ini. Belum pengalaman, anak bau kencur, anak ingusan, dsb disematkan kepada AHY.


Saya rasa penilaian demikian terlontar ketika melihat AHY telah melangkah lebih jauh. Ada yang iri dan syirik melihat perkembangan AHY hingga hari ini. Perlu diketahui AHY itu super fast learning. Dibekali dengan intelektualitas yang tinggi, jalan yang ia tempuh sekarang mampu ia jalani dengan baik dan dengan rentang waktu yang cepat. Ia telah tumbuh dan sangat matang.


Saya akui pula bahwa komentar negatif tentang AHY merupakan cerminan dari ketakutan dan kecemasan. Selain melihat sosok AHY, timbl pula kecemasan ketika melihat tokoh idola sendiri. Kenapa? Tokoh idola belum melakukan pencapaian yang signifikan. Terlebih ketika waktu sudah mepet pemilihan, tokoh tersebut masih bersembunyi di balik sangkar alias belum ngapa-ngapain.

Nah, apa yang dilakukan kemudian adalah berusaha mendegradasi AHY dan Demokrat. Apa pun caranya. Saya ingatkan kembali bahwa AHY belum deklarasi untuk jadi petarung untuk pemilihan mendatang. Toh, apa guna? Kenapa harus takut dan melempar sentimen negatif?

Kita harusnya gentle melihat pencapaian anak muda ini. Di balik politik yang isinya cuma itu-itu saja, AHY mampu tampil dengan warna dan semangat baru. Toh, kita juga yang diuntungkan dengan banyak pilihan. Apalagi dengan AHY yang masih berusia muda, tapi ia sudah punya kapasitas yang mumpuni.

Patut dicatat bahwa sebenarnya dalam demokrasi perubahan itu sangat diperlukan dan penting. Jika ada nafas baru yang ditawarkan untuk bangsa ini tentu harus didorong hingga garis finish. Bukan malah menjegal langkahnya dengan cara-cara yang menurut saya malah lucu, karena argumen yang tidak kuat. Bukti para penjegal ini sudah kehabisan peluru.

Ingat, semakin diserang, saya rasa AHY dan Demokrat tidak gampang diruntuhkan, malah semakin kuat. Hal tersebut sudah terbukti mulai dari Pilkada DKI lalu. Tak terhitung fitnah yang dilempar pada SBY dan Demokrat. Yang terjadi kemudian apa? Bukan terdegradasi, tetapi tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan elektabilitas AHY dan Demokrat terus meroket.

Ah, sudahlah. Pada akhirnya publiklah yang menilai. Serangan demi serangan yang dilancarkan tak akan mempan jika pada akhirnya AHY terus berdiri paling depan merebut hati rakyat. Ia sudah punya kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi pemimpin. Visioner, muda, dekat dengan rakyat, cerdas sudah ia kantongi. Sekarang, usaha menjegalnya saya rasa sia-sia, karena saat ini politik harus beretika dan elegan. AHY dan Demokrat sudah buktikan itu.

Salam.