Mohon tunggu...
Jenaya Ruth Abigail
Jenaya Ruth Abigail Mohon Tunggu... Enjoying life means more than happy

Penuang rasa dalam puisi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pulang Namun Pergi

11 Juli 2020   01:10 Diperbarui: 11 Juli 2020   00:58 17 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pulang Namun Pergi
Ilustrasi: voxpop.id

Tombak tak berujung
Jiwa meronta-ronta
Cacian itu tak kunjung redam
Rumah bagai penjara
Air mata bagai laut
Mencari belas kasih

Mimpi menjadi nyata
Kesempatan emas datang
Pintu sempit itu dilewati
Berusaha meraih cahaya
Yang selama ini hanya angan

Mencari arah membawa diri
Menegaskan keyakinan
Tapi bimbang menghantui
Mata orang-orang mengunci
Bertanya dalam diam

Terlalu lama berjalan
Membawa goresan di tubuh
Dan kesakitan dalam dada
Yang tak sempat diobati
Namun semakin lebar
Seiring berjalannya waktu

Terpojok di dunia luar
Batin hanya bisa tertawa
Akan kepedihan dan kebodohan
Terjebak sudah
Lapar menyerang
Mungkin inilah saatnya
Kembali ke neraka itu

Memori kelam terulang
Sakit tak tertahankan
Nyawanya diambil paksa
Ia yang penuh luka
t'lah pulang ke rumah
Namun pergi

Jakarta, 11 Juli 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x