Mohon tunggu...
Abidin
Abidin Mohon Tunggu... Seorang penikmat diksi

Penikmat kopi pecandu narasi || Pemulung || Penulis buku • Suara hati ilalangg • Mengikat tali sepatu • Curhat itu ada seninya • Dan 7 Buku antologi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kumpulan Puisi Abidin

4 November 2019   18:40 Diperbarui: 4 November 2019   18:39 35 2 0 Mohon Tunggu...

ELEGI KECOA
ABIDIN

Aku ingin menulis puisi; handuk
Mengeja diksi; sabun mandi
Mengguyur air; odol
Menghanduki;  derita

Kamar sempit bau amis
Sudah lelah para cicak
Tokek telah tua
Keluarga serangga berpesta

Damai bersenggama; bersama kesal
Sudah tak lagi tau  malu
Sudahlah, ini logika manusia


Serang, 04 Oktober 2019


PESTA KEBISUAN
ABIDIN

Dokpri
Dokpri
Diksi ini kata-katanya tunaiwsma
Nada ini nyanyiannya para tunawicara
Lagu ini penghibur letih para tunarungu
Puisi ini bukanlah puisi bisu
Jalanan rumahnya para bunga trotoar

Mari bernyanyi sandal jepit
Mari menari karung goni
Mari berpesta gerobak sampah
Mari kita rayakan dukacita

Kopi gelas pelastik
Rokok sebatang
Oh asiknya


Serang, 04 oktober 2019


PAK TANI
ABIDIN



Pak tani mengasuh padi
Padi dipanen tak tau malu
Semakin berisi semakin merunduk
Sudah merunduk dibawa benalu
Dasar tengkulak tak tau malu

Menebar benih dengan doa
Menyabuti rumput dengan  cita
Menyiangin dibawah terik
Tiap hari ditimang-timang

Ditengah gubuk pak tani tidur
Mimpi semalam tak bisa menghibur
Makin hari makin berumur
Tapi aneh: tak makmur-makmur


Serang,04 Oktober 2019


BERCITA-CITA
ABIDIN

Deretan buku isinya ilmu; untuk minteri
Deretan ruang kelas isinya manusia; berhalusinasi
Obat galau pelipur diri
Belajar tiap hari
Berharap jadi menteri

Tinggal tidur dana teratur
Jadi  tikus santai di kasur
Sukses; mengejar cita-cita katanya

Ini mimpi si anak negeri
Tak mau bagi-bagi
Menghitung untung; menikung
Perut kenyang; membusung
Uang banyak; tak terhitung


Serang, 04 Oktober 2019




PAKET INTERNET
ABIDIN


Biarkan aku menjadi paket internet
Menemanimu setiap hari
Menghidupkan pesanmu
Menghidupkan internetmu
Menghidupkan media sosialmu
Tapi; membunuh pacarmu

Biarkan saja aku membuatmu candu
Otakmu berisi khayalan
Intuisimu mati
Kepedulianmu mati juga
Tapi aku tetap; idolamu

Kita ketawa, kita menangis
Kita marah, kita menghela

Aku; paket internet
Bukan pacarmu
Bukan makanan
Bukan alkohol
Tapi aku semuanya


Serang, 04 Oktober 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x