Abidin
Abidin Mahasiswa

Penikmat kopi pecandu narasi || Pemulung

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Melawan keterbatasan

15 Januari 2019   02:17 Diperbarui: 15 Januari 2019   02:20 81 3 0
Melawan keterbatasan
@abidin_narasi

Bila saja aku masih tertelungkup dalam kefanaan, aku mengalah pada takdir

Suara suara itu membuat kupingku semakin sakit, membisikan hal hal yang melemahkan naluri

Diatas kepala mahkota intuisi seolah dihancurkan, oleh pesan pesan ketidakmungkinan

Aku hanya memandang langit, sedari tadi sore sudah berganti malam lalu dinihari semakin menepi

Seberkas tanya menghampiri ku, mampuhkah ?

***

Sisa sisa daya di terbitkan di dinding marwah diriku, segala upaya telah ku lakukan 

Tetesan keringat sudah hampir kering, kerontang sudah air mata di pelipis ini

Kaki yang semakin bergontai untuk berderap, mata yang semakin sayu untuk menatap

Raga yang ditepis halusinasi, sudah semakin membungkuk tertelungkup

***

Bisakah ?

Ya menghadirkan intuisi menjadi realitas, dengan segala dayaku yang tergopoh

Menghadirkan senyum di pelupuk angan iya meneteskan asmara sudra

***

Maukah ?

Melawan bentuk lengking kurusnya rona cahaya keromantisan, diufuk asa aku berucap 

Bangun dan berlarilah meski keterbatasan bak benalu kematian