Mohon tunggu...
Abelia Nur Haliza
Abelia Nur Haliza Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Membaca, healing

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Nilai-Nilai Pancasila

1 Desember 2022   10:20 Diperbarui: 1 Desember 2022   10:18 630
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

ABELIA NUR HALIZA, prodi pendidikan matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISSULA. 

Dr. Ira Alia Maerani, S. H., MH (Dosen Fakultas Hukum, UNISSULA). 

Manusia selalu berusaha mencapai kehidupan yang lebih baik dan diperlukan adanya nilai-nilai yang dijadikan landasan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut terdapat pada pancasila yang dapat memberikan arah tujuan bangsa Indonesia, memberikan pegangan, pedoman, dan asas pemersatu bangsa Indonesia. Nilai-nilai pancasila meliput ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. 

Negara Indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangga dan bernegara. Yang diperingati tanggal 1 juni sebagai hari lahir pancasila, kita harus benar benar memanfaatkan agar nilai nilai pancasila tertanam dalam diri kita. 

Seiring dengan perkembangan zaman, perubahan semakin pesat dan tidak dapat kita hindari, perkembangan teknologi sekarang menjadi lebih canggih dan modern, yang memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif salah satunya yaitu kita dapat mencari informasi dengan mudah dan berkomunikasi dengan orang lain walaupun jarak jauh. Hadirnya internet juga berpengaruh besar untuk kehidupan. Internet merupakan salah satu hal yang menyebabkan terkikisnya nilai-nilai pancasila, terutama pada generasi sekarang. Banyak orang yang sibuk dengan aktifitas didunia maya, dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial, seperti instagram, Facebook, twitter, youtube, dan masih banyak lagi. 

Namun disisi lain, dampak negatif juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lahirnya media sosial, yang menjadi permasalahan apabila kita tidak dapat menggunakan dengan sebaik mungkin dapat mengakibatkan permusuhan, pembullyan (Cyberbullying), penipuan, dan masih banyak lagi. Banyak warga negara Indonesia terutama remaja yang salah menggunakan media sosial tersebut. Meskipun pemerintah sudah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap merugikan, akan tetapi hal itu tetap saja ada. Dampak yang sudah terjadi yaitu gaya berpakaian(terbuka) yang meniru bangsa barat. Terutama anak muda sekarang, merasa tertinggal jika tidak memakainya. 

Ini bertentangan dengan nilai pancasila sila pertama yang berbunyi "katuhan yang maha esa". Dalam al-quran surat Al-Araf ayat 26 artinya "Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat."

Dari ayat tersebut dijelaskan bagaimana berpakaian yang baik dalam syariat islam, walaupunkita hidup di zaman modern, kita harus bisa menyaring hal hal yang baik dan buruk untuk diterapkan dalam kehidupan. Pesatnya perkembangan teknologi memberikan pengaruh terhadap pola pikir anak remaja, dulu anak anak sering bermain diluar rumah, namun sekarang mereka sibuk dengan fitur fitur yang ada di handphone, lebih suka berdiam diri dirumah dan malas berinteraksi dengan lingkungan luar. 

Handphone merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi, yang dimiliki setiap orang. Coba kita lihat disekeliling kita, hampir semua orang memiliki handphone bahkan anak yang masih dibawah umur. Apabila anak dibawah umur sudah memakai atau menggunakan handphone tanpa ada pengawasan dari orang tua, ini akan berdampak buruk bagi si anak karena di dalam handphone terdapat berbagai aplikasi yang dapat mempengaruhi pola pikir si anak. Kasus yang sering kita jumpai ketika melihat remaja memainkan game di handphone tanpa mereka sadari mengeluarkan ucapan kotor  yang keluar dari mulut dan tidak dapat dikondisikan. Permasalahan ini yang sangat memprihatinkan di era sekarang,mereka lupa akan norma dan etika, tidak hanya itu dampak yang berpengaruh dalam kehidupan. Ketika suara adzan berkumandang mereka sibuk dengan game sehingga  lalai akan kewajiban terhadap Allah swt yaitu melaksanakan shalat. 

Dalam al-quran surat Maryam ayat 59, Allah swt, berfirman yang artinya "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Dan surat Al-maidah ayat 4-5 artinya "Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan sholatnya." Kita tidak boleh menunda-nunda sholat, apalagi jika kita menunda hanya karena urusan dunia(sibuk dengan game), dan tidak boleh meninggalkan sholat dalam keadaan apapun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun