Mohon tunggu...
Abdurrahman
Abdurrahman Mohon Tunggu... Konsultan - Peneliti Madya di SegiPan (Serikat Garda Intelektual Pemuda Analisis Nasionalisme)

Tertarik dengan kajian kebijakan publik dan tata pemerintahan serta suka minum kopi sambil mengamati dengan mencoba membaca yang tidak terlihat dari kejadian-kejadian politik Indonesia. Sruput... Kopi ne...!?

Selanjutnya

Tutup

Humor

Kita Sadar Itu, Adanya Indonesia adalah Paku Bumi agar Keseimbangan Antarnegara Terjamin

26 September 2022   04:15 Diperbarui: 26 September 2022   06:46 89 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Covid selesai dan perang Ukraina selesai serta keseimbangan baru)

Umpama, Indonesia yang non blok dipaksa ikut blok barat, Indonesia hanya jadi pasar, atau jadi tempat kampanye teroris.

Blok timur sudah gak ada, sejak Soviet runtuh. Jika sekarang masih ada, setidaknya kemajuan sebab kemandirian seperti Dubai.

Tapi Indonesia, non blok dan/atau negara ketiga, inisiator sekaligus penginspirasi bahwa kemerdekaan serta penghapusan penjajahan.

Indikator bahwa blok barat juga runtuh ketika ratu Elizabeth meninggal, kata seorang pakar itu indikator puncak.

Setelah rentetan kegagalan mengendalikan dunia dengan covid dan perang Ukraina yang berkobar. Tidak lakunya isu teroris untuk menciptakan ketidakstabilan.

Sekarang berarti sudah tidak ada blok barat atau blok timur. Informasi dari pakar, setelah referendum di daerah Ukraina di daerah yang dibebaskan oleh Rusia maka perang dinyatakan selesai.

Covid selesai dan perang selesai, tidak ada blok barat atau blok timur. Tidak ada lagi perang atau pengaruh ideologi, atau negara boneka sebagai proksi.

Sebab era 4.0 sudah benar-benar mencapai puncak indikatornya, tapi diperkirakan akan terus meningkat melampaui manusia yakni AI. 

Iya sebab AI dan big data tidak ada lagi proksi dan/atau label identitas ideologi dijadikan geng-gengan/komplotan blok barat-timur bahkan netral/non blok. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan