Mohon tunggu...
Abdul Salam Atjo
Abdul Salam Atjo Mohon Tunggu... Petani - Penyuluh Perikanan

Berkarya untuk petani

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Matching Fund UMI Prakarsai Mitigasi Bencana Cuaca Ekstrim di Kawasan Pandawa 1.000 Pinrang

11 Oktober 2022   08:56 Diperbarui: 21 Oktober 2022   18:06 231
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber:Hattah Fattah 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat hingga puting beliung yang akan berlangsung bulan ini sampai dengan Januari 2023. Cuaca ekstrem berpotensi berdampak terhadap kejadian bencana alam banjir dan longsor. Cuaca ekstrem dapat mengakibatkan meluapnya air hingga bobolnya pematang tambak.

Kawasan PANDAWA-1.000 yang terletak di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dirancang dan dioperasikan secara khusus untuk pengembangan budidaya udang windu ramah linkungan dengan target produksi udang windu jenis eco-shrimp. Kawasan PANDAWA-1.000 meliputi areal seluas 1.011,15 ha terbagi dalam tujuh blok budidaya yang disebut dengan Aquaculture Management Area (AMA). 

Program PANDAWA-1.000 telah memasuki tahun kedua dan pengoperasian tahun ini ditandai dengan Kick Off oleh Dr. Muhammad Ilyas,ST,MSc (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan) pada tanggal 28 Agustus 2022. 

Saat ini di Kawasan PANDAWA-1.000 telah ditebar sebanyak 8.836.620 ekor benur udang windu. Penebaran udang windu telah dilakukan oleh masyarakat sejak minggu kedua Agustus 2022 dan beberapa orang pembudidaya telah panen. Sebanyak 738 kg udang windu telah dipanen pada Kawasan PANDAWA pada tahun kedua ini.

Areal tambak yang telah dioperasikan seluas sekitar 294,55 ha dan diharapkan sebagian besar areal telah ditebari paling lambat pada akhir bulan Oktober 2022 kecuali Blok 7 baru akan ditebari pada November 2022. Blok 7 memerlukan pasokan air laut pada pasang tertinggi disebakan lokasinya relatif jauh dari laut. Program Matching Fund Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerjasama dengan PT. ATINA, KONTINU Indonesia, Koperasi Syariah Gapoktan Lanrisang dan Pemda Pinrang memiliki sasaran diantaranya meningkatkan produksi udang windu khususnya di Kawasan PANDAWA-1.000 untuk kepastian ketersediaan pasokan bahan baku yang akan diekspor PT.ATINA ke Jepang, Uni Eropa, dan Amerikan Serikat. 

Sumber:Hattah
Sumber:Hattah
Ancaman cuaca ekstrim berpotensi memicu banjir pada sebagian areal pada Blok 1, 2 dan 6. Hujan deras yang bertepatan dengan pasang tertinggi berpotensi memicu terjadinya banjir rob pada sebagian Blok 2 dan 5. Tim Matching Fund UMI telah memprakarsai pertemuan sebanyak dua kali dengan pihak terkait terutama Pemprov Sulawesi Selatan, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan, Pemda Pinrang, Balai BMKG Wilayah IV Makassar, PT. ATINA, dan Perwakilan Kelompok Pembudidaya (Pokdakan) di Kabupaten Pinrang. 

Prof.Muhammad Hattah Fattah selaku Koordinator Matching Fund UMI telah menyampaikan tindakan yang diperlukan untuk memitigasi dampak cuaca ekstrem di Kawasan PANDAWA-1.000. Prof. Hattah menyatakan tindakan mitigasi diperlukan untuk keberhasilan pengelolaan Program PANDAWA-1.000 sebagai pilot project kebangkitan budidaya udang windu nasional dan global setelah collapse sejak tahun 1998. Mitigasi meliputi upaya preventif dengan memetakan risiko yang potensial terjadi pada seluruh blok budidaya dan merumuskan rencana teknis memetigasi potensi risiko cuaca ekstrem. 

Tindakan mitigasi yang perlu dilakukan di Kawasan PANDAWA 1.000 dalam  menghadapi cuaca ekstrem meliputi normalisasi saluran tambak dan muara, menambah tinggi tanggul saluran primer yang berbatasan dengan petakan tambak serta pengaturan waktu tebar dengan memberikan prioritas penebaran udang windu pada blok budidaya yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Blok budidaya yang rawan terdampak bencana banjir dirancang panen paling lambat pada bulan November 2022. Direncanakan panen udang windu akan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan pada minggu keempat November.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun