Mohon tunggu...
Abdul Salam Atjo
Abdul Salam Atjo Mohon Tunggu... Petani - Penyuluh Perikanan

Berkarya untuk petani

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Macthing Fund 2022 Menginspirasi Pemuda Lanrisang Selamatkan Udang Windu Indonesia

3 Oktober 2022   17:47 Diperbarui: 3 Oktober 2022   17:56 118 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Matching Fund Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bermitra dengan Pemda Pinrang, PT. ATINA, KONTINU Indonesia, dan Koperasi Syariah Gapoktan Lanrisang. Tujuannya untuk pertahankan udang windu dengan menginspirasi generasi muda Lanrisang.

Udang windu menjadi komoditas ekonomi penting nasional dikembangkan pada areal seluas 1.011,15 ha di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Kawasan tersebut dikenal dengan Kawasan Pengembangan Budidaya Udang Windu Ramah Lingkungan yang disingkat dengan Kawasan PANDAWA-1.000.

Program PANDAWA-1.000 melibatkan sebanyak 733 orang Kepala Keluarga (KK) yang dibagi dalam tujuh Aquaculture Management Area (AMA). Penerapan AMA dalam Kawasan PANDAWA-1.000 didasarkan hasil penelitian sejak tahun 2007. Penelitian tersebut dilakukan oleh Prof. Muhammad Hattah Fattah dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bekerjasaama dengan Pemda Kabupaten Pinrang yang melibatkan penyuluh Perikanan dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

"Penerapan AMA menjadi salah satu teknik yang efektif mengatasi faktor kerentanan kawasan budidaya udang windu yang menyebabkan budidaya udang windu di Indonesia dan secara global collapse sejak tahun 1998," kata Prof. Hattah Fattah. 

Kawasan PANDAWA-1.000 membutuhkan benih atau benur udang windu sekitar 30 juta ekor per Musim Tebar yang dapat mencapai empat Musim Tebar per tahun. Ketersediaan induk udang windu berkualitas dan mencukupi secara kuantitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan budidaya udang windu di Kawasan PANDAWA-1.000.

Selama ini Sulawesi Selatan bergantung pada pasokan induk udang windu asal Provinsi Aceh. Pada puncak kejadian Pandemi Covid-19 ditemukan kesulitan memperoleh induk udang windu asal Aceh disebabkan keterbatasan penerbangan dan penurunan kualitas induk asal Aceh. Taufik salah satu pelaku perbenihan udang di Kabupaten Pinrang yang juga salah satu pengurus KONTINU Indonesia menuturkan kelangkaan induk asal Aceh secara bertahap dapat diatasi dengan memanfaatkan potensi induk udang windu lokal Pinrang. Hattah menambahkan,  sejak tahun 2019 telah dilakukan kegiatan penyadaran dan edukasi masyarakat untuk melakukan penebaran udang windu (restocking) ke laut sebanyak satu persen dari hasil panen. Hasil kegiatan tersebut telah dirasakan manfaatnya saat ini.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat dan kalangan pemuda dalam penyelamatan Udang Windu Indonesia dan pelestarian lingkungan maka dilakukan pertemuan Tim Matching Fund dari UMI yang bermitra dengan Pemda Pinrang, PT.ATINA, KONTINU Indonesia, dan Koperasi Syariah Gapoktan Lanrisang. Pertemuan selama dua hari tersebut dihadiri jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang. Dalam pertemuan tersebut dibahas pelibatan semua pihak termasukan kalangan pemuda di Kecamatan Lanrisang.

Dok.Pribadi
Dok.Pribadi

Kalangan Pemuda Lanrisang akan mengembangkan kegiatan penebaran udang secara berkala ke laut untuk peningkatan ketersediaan induk udang. Ekosistem mangrove yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus kehidupan udang windu akan direhabilitasi. "Pemuda Lanrisang terinspirasi untuk melakukan Kegiatan Penyelamatan Udang Windu Indonesia melaui perbanyakan sediaan induk di alam dan reboisasi mangrove di Kawasan PANDAWA-1.000 melalui beberapa program yang melibatkan pemerintah, pengusaha, aktivis lingkungan, pembudidaya dan nelayan serta masyarakat luas," Jelas Prof. Hattah Fattah.

 Kegiatan digagas dalam bentuk Kampanye dan kegiatan Pilantrofi Penyelamatan Udang Windu Indonesia. Kegiatan Pilantrofi dimaksudkan mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan  donasi dan partisipasi pada pelestarian mangrove dan pengembangan potensi induk lokal udang windu Kabupaten Pinrang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan