Mohon tunggu...
Abdul Salam Atjo
Abdul Salam Atjo Mohon Tunggu... Petani - Penyuluh Perikanan

Berkarya untuk petani

Selanjutnya

Tutup

Makassar

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Tebar Benur di Pandawa 1.000

27 Agustus 2022   21:16 Diperbarui: 27 Agustus 2022   21:28 178 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T adalah peningkatan produksi udang windu. Tahun 2022 ditarget 300 kg/ha/siklus dari program Pengembangan Budidaya Udang Windu Ramah Lingkungan dalam Kawasan 1.000 hektare (Pandawa 1.000) di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M. Ilyas, S.T, M.Sc mengatakan, untuk mencapai target tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) 80% udang yang ditebar atau produksi 300 kg/ha/siklus tidaklah sulit. Sebab tim teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi selatan telah menerbitkan Standard Operasional Prosudur (SOP).

 "Target SR 80 %  adalah target yang wajar asalkan petambak mengikuti SOP dari awal persiapan tambak, pemeliharaan sampai panen," ungkap M. Ilyas seusai menghadiri Kickoff Pengembangan Budidaya Udang Windu Ramah Lingkungan yang ditandai dengan penebaran benur udang windu di tambak milik H. Nasruddin Zain  Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang, Sabtu, (27/8). 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain tim teknis Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Hatta Fattah, MS (Universitas Muslim Indonesia Makassar),  Prof. Dr. Ir. Hilal Anshari, M.Si (Universitas Hasanuddin Makassar), Kepala Dinas Perikanan Pinrang, H. Syahruddin, S.T, M.Si dan sejumlah ketua kelompok Pembudidaya ikan (Pokdakan).

FT: dok. pribadi
FT: dok. pribadi

Bentuk Program Pandawa 1.000 hektare di kecamatan Lanrisang terdiri dari dua kawasan, yaitu kawasan Waetuoe dan kawasan Lanrisang. Dalam dua kawasan tersebut terbentuk tujuh blok. Setiap blok terdiri dari beberapa Pokdakan. 

Dalam kawasan 1.000 hektare tambak melibatkan 30 Pokdakan dan 730 orang pembudidaya. Saat ini Pandawa 1.000 telah memasuki tahun kedua. Tahun 2021 lalu target produksi udang windu sama tahun ini namun hanya dapat dicapai 100 ton saja. 

Menurut Hatta Fattah, tidak tercapainya target tersebut disebabkan karena banyak faktor. Selain faktor kualitas dan kuantitas benur, kesiapan lahan dan ketepatan  waktu tebar juga karena faktor anomali iklim.

FT: dok Pribadi
FT: dok Pribadi

Seperti tahun sebelumnya, untuk mensukseskan program ini Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel menyiapkan sarana produksi berupa benur udang windu sebanyak 30.000 ekor/ha, probiotik, kapur dolomit dan pupuk cair hayati (probiolizer). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Makassar Selengkapnya
Lihat Makassar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan