Mohon tunggu...
Abdullah Amas
Abdullah Amas Mohon Tunggu... simple
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

simple

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Amas Prihatin Surya Paloh Meratapi Demokrasi Kapital tapi Ikut di Dalamnya

14 Agustus 2019   21:29 Diperbarui: 14 Agustus 2019   21:32 0 0 0 Mohon Tunggu...
Amas Prihatin Surya Paloh Meratapi Demokrasi Kapital tapi Ikut di Dalamnya
kolase pribadi

 Surya Paloh Tak Boleh Jual Pesimisme. Kritikan Surya Paloh pada demokrasi yang kapital karena banyak politik uang di setiap kontestasi pemilihan umum padahal dia ada didalamnya membuat pertanyaan tersendiri dimata The Future Institute, Pengamat Politik Abdullah Amas menyayangkan kenapa Surya Paloh justru mengumbar pesimisme pada masa depan demokrasi Indonesia padahal ia ikut dalam kontestasi didalamnya. "orang yang cepat capai adalah orang yang suka marah, dia daripada cepat capek ya harusnya ya ikut benahi kan dia didalem, 

Surya Paloh harusnya mengatasi hal ini dengan ikut mendorong kadernya di kabinet dan legislatif untuk membuat program pemerintah semakin terasa, sehingga dengan sendirinya makin sejahtera orang, makin tak mudah dia menerima money politic, makin sulit ada potensi kecurangan dalam pemilu legislatif termasuk pemilihan di luar negeri"kata Abdullah Amas. 

Surya Paloh menurut Amas adalah seorang petinju, Tak selayaknya dia mengeluh dengan kejadian yang ada dan harusnya ikut melakukan pembenahan radikal tanpa harus sampaikan keluhan seperti itu. "kalau ngeluh begini, turun simpati saya ke Surya Paloh, kemarin sudah gagah dia bilang NasDem ga minta-minta menteri, sekarang kok ngeluh soal proses demokrasi di Indonesia yang dia ada didalamnya, istilah umumnya, kalau tak bisa menari, jangan salahkan lantai yang licin"tutur Abdullah Amas. 

Bagi Amas yang harusnya mengeluh ya HTI karena memang tak percaya demokrasi kalau partai ikut pemilu dan percaya demokrasi yang kondisi realitanya kini memang mengeluh itu dipertanyakan."level beliau harusnya semakin keras ikut memperbaiki, bukan meratap"demikian Kata Abdullah Amas