Mohon tunggu...
Jay Alvarahi
Jay Alvarahi Mohon Tunggu...

seringkali manusia mengejar sesuatu yang dibenci Allah, dan membenci apa yang disukai Allah...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Lagi-lagi Tentang Cerdas ala Rasulullah

29 Oktober 2011   06:11 Diperbarui: 26 Juni 2015   00:20 0 2 0 Mohon Tunggu...

Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis  5  resep cerdas alaRasulullah saw, alhamdulillah ditanggapi oleh beberapa kompasianer dengan beragama persepsi, namun banyak komentar yang lumayan  nylekit dan cenderung 'melecehkan' resep itu. Setelah bebrapa minggu saya bermain-main dengan puisi dan cerpen fiktif di kompasiana, maka ketika saya lihat beberapa email masuk, saya tergelitik dengan komentar sobat-sobat kompasianer yang rada nylekit, sehingga saya merasa 'wajib' untuk menjernihkannya. Sesuai denga data empiris yang saya kumpulkan selama menjadi pendidik di sekolah maupun di kampus, maka 5 resep alam Rasulullah saw ternbukti sangat efektif bagi pelajar muslim  yang hatinya ikhlas menjadi orang islam dan mukmin. untuk sekedar  mereview 5 resep tersebut adalah: 1. Sholat tahajud setiap malam. 2. Menggosok  gigi sebelum belajar 3. Selalu menjaga wudhu 4. Menjauhi maksiat (bertaqwa dimana pun berada) 5. Makan dan minum untuk ibadah, bukan karena syahwat. Sebelum kita merasionalakan 5 resep tersebut, ada beberapa fakta menarik yang mendukung kebenaran 5 resep tersebut.  Di dunia pesantren penghafal Alqur'an di daaerah Mranggen, Semarang, seperti pesantren As-Syarifah, Al Badriyah, Baitul Izzah, dan pesantren Futuhiyyah,  ternyata para santri yang mempraktikkan kelima resep tersebut, rata-rata sangat cerdas dan bisa menghafalkan alqur'an kurang dari 3 tahun. saya punya beberapa nama  santri penghafal Alqur'an yang  bisa dihubungi. Dewasa ini, epistemoligi islam memang sedang klenger, dihajar habis oleh epistemologi barat, sehingga semua orang cenderung  sangat skeptis terhadap segala informasi, dan baru mempercayainya  setelah melihat bukti konkrit atau  merasa  dapat melogikannya. untuk itu dengan meminjam senjata epitemeologi barat, mari kita kritisi 5 resep ala rasulullah saw. 1.Sholat tahajud: secara medis telah dibuktikan mampu memberikan rangsangan otak menjadi lebih fres dan optimal kerjanya. walau ada obat yang bisa memamcu kinerja otak, tapi sholat tahajud terbukti lebih efektif dan tidak ada efek samping, namun justru lebih mampu mendatangakan kecerdasan spiritual dan membentuk sifat arif dan bijaksana. 2. Menggosok gigi: jika kita belajar dengan mulut yang bersih sehabis disikat, tentu akan lebih fres dan menghasilkan sirkuilasi udara yang akan sampai ke otak kita dan menghasilkan kinerja otak yang sangat signifikan daripada  belajar dengan mulut yang masih bau jengkol, pete, rokok... dsb. 3. Berwudhu dengan air yang suci dan disentuh dengan doa: secara ilmuiah telah dibuktikan oleh Dr. Isaru imoto dari jepang dalam bukunya the power of water, bahwa air yang disentuh dengan kelembuitan dan nama Tuhan akan mendatangkan energi positif yang luar biasa yang disebut HADO.  bukankah mayoritas tubuh kita terbuat dari air, maka sentuhan wudhu di kepala akan merangsang staraf-syarat otak kita, sehingga akan menimbulkan kinerja otak yang optimal. 4. Menghindari maksiat (bertaqwa forever): jika anda habis baca puisi atau cerpen porno apalagi habis nonoton BF, lalu  disuguhi karya ilmiah yang harus dihafalkan, apakah kamampuan otak anda  me-loading dan  merespon karya ilmiah bisa  dijamin lebih cepat? dalam konsep islam, ilmu merupakan salah satu karunia dan hidayah Allah, sehingga akan lebih mudah diakses oleh orang yang  solih. Al Ghozali, mengillustrasikan, bahwa keterkaitan  antara otak dan ilmu adalah: jika otak kita bersih dari dosa dan maksiat, maka akan mudah menerima info ilmu pengetahuan dan segala hal yang positif, sedangakn otak yang  kotor  dan ngeres akibat maksiat, ketika menerima ilmu pengetahuan dan mendengar hal-hal positif, akan sering gagal karena terganggu oleh ingatan kemaksaiatannya. 5. Makan dan minum untuk ibadah. Kalau anak TK belum tahu, apa bedanya binatang dan manusia? Maka kita yang sudah dewasa harus memahami, bahwa manusia yang beriman  itu makan dan minium agar bisa beribadah dan beraktivitas, kalau binatang itu makan untuk kawin dan tidur. Nah, dengan logika sederhana saja, coba pikirkan,  jika kita hanya mkan untuk menuruti hawa nafsu berarti kita turun kasta menjadi hewan alias lebih pe-ak. Tuhan telah mengingatkan, banyak manusia yang terbuai oleh akalnya dan mendewakannya... mereka hanya akan membawa kehancuran, karena kehilangan sisi kemanusiannya sebagai makhluk religius. semoga kita sebagai bangsa yang berketuhanan ala Pancasila, tidak terlalu jumawa memuja dan mendewakan akal yang ikut istirahat kala kita tidur, sehingga peran wahyu dijadikan isi tong sampah. na'udzubillah min dzalik.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x