Mohon tunggu...
Abdul Havidz
Abdul Havidz Mohon Tunggu... mahasiswa -

“Sukses itu butuh perjuangan, perjuangan itu butuh action, action itu butuh konsistensi, konsistensi itu diawali dengan niat ( Bismillah ) “

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Apa Artinya Saya Mengaku Seorang Muslim

28 Januari 2019   21:50 Diperbarui: 28 Januari 2019   22:00 297
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://www.muslimnames.info/muslim-parenting/

Pengakuan sebagai Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan, bukan klaim terhadap suatu identitas, juga bukan klaim terhadap suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam, dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Adapun karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Muslim yaitu:

1. Saya harus mengislamkan akidah saya. 

                     Syarat pertama pengakuan sebagai Muslim dan sebagai pemeluk agama ini adalah akidah seorang Muslim yang benar dan sahih, selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunah Rasulullah Saw. Untuk mengislamkan Akidah, maka seorang Muslim harus meyakini bahwasanya pencipta alam ini adalah Allah Swt. Selain itu, harus meyakini bahwasanya Allah Swt menciptakan manusia agar menaati, mengenal dan beribadah kepada-Nya.

2. Saya harus mengislamkan ibadah saya.

                     Dalam Islam, ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan ma'bud (tuhan yang disembah). Ibadah memiliki pengaruh-pengaruh yang mendalam dalam interaksi antarsesama hamba Allah. Dalam hal ini, seluruh rukun Islam memiliki kedudukan yang sama dengan seluruh amalan lain yang seyogyanya manusia melaksanakannya untuk mencari ridha Alah dan mengikuti tuntunan syariat-nya. Logika Islam menetapkan agar kehidupan ini seutuhnya merupakan ibadah dan ketaatan.

3. Saya harus mengislamkan akhlak saya.

                     Berakhlak mulia merupakan tujuan pokok dari risalah Islam. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya "Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia". Akhlak mulia merupakan bukti dan buah keimanan. Keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak. Akhlak akan menjadikan timbangan amal seorang hamba menjadi berat pada hari kiamat. Barangsiapa memiliki akhlak yang buruk dan amalan yang buruk, maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya masuk surga. Akhlak mulia adalah buah ibadah dalam Islam. Tanpa itu, ibadah tak ubahnya upacara dan gerakan-gerakan yang tidak memiliki nilai dan faedah sama sekali.

4. Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya.

                     Jika pengakuan bahwa saya Muslim mengharuskan saya menjadi seorang pribadi Muslim dalam akidah, ibadah, maupun akhlak, maka juga diwajibkan untuk berjuang agar masyarakat tempat saya tinggal menjadi masyarakat Muslim. Tidaklah cukup saya menjadi Muslim seorang diri, tanpa mempedulikan orang- orang di sekeliling. Salah satu pengaruh yang ditumbuhkan oleh ajaran Islam di dalam jiwa manusia jika ia beriman dan berbuat ihsan  adalah sikap memperhatikan orang lain, mengajak mereka, menasihati mereka dan memiliki sikap pembelaan terhadap mereka. Dari sini, selanjutnya muncul tanggung jawab baru yaitu tanggung jawab untuk membangun masyarakat Muslim dan tanggung jawab untuk menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat.

5. Saya harus mengalahkan nafsu saya.

                     Manusia senantiasa dalam pergulatan melawan nafsunya, sehungga ia bisa mengalahkan nafsu, atau nafsu ituyang mengalahkannya. Atau dengan kata lain, pertarungan itu akan tetap berlangsung sampai ajal menjemputnya. Perangkat-perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu yaiu hati dan akal. Dalam hal ini manusia diminta untuk bijak melaksanakan sesuatu dngan bermodalkan pengetahuan atau kemampuan membedakan yang baik dan buruk serta hati selalu diisi dengan ayat-ayat Allah swt agar selalu memiliki cahaya yang terang..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun