Mohon tunggu...
Abdul GhoniHasanul
Abdul GhoniHasanul Mohon Tunggu... Administrasi - Mahasiswa UIN KHAS Jember FUAH ILHA 21

alhamdulillah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bersama Kita Melawan Oligarki

29 November 2021   06:37 Diperbarui: 29 November 2021   06:39 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://pengertianahli.id/wp-content/uploads/2014/08/PengertianOligarki-1.jpg

Bersama kita melawan oligraki

Elit tidak  dapat dianggap sebagai pencipta oligarki, namun oligarki harus berasal dari kelas atas. Plutokrasi lebih mengacu pada kebijakan melindungi kekayaan materi para aktor dengan mendominasi minoritas lain (Jeffrey A. Winters). 

Mengutip dari (wartaekonomi.co.id) Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menjelaskan, kini ada pihak yang ingin membangun organisasi politik yang oligarki, yang menurutnya  telah berhasil mengamandemen UU KPK, melalui omnibus law pada penciptaan lapangan kerja, dan sekarang tidak ingin  merevisi jumlah PT dalam pemilihan presiden 2024. Dilihat dari sudut pandang Mardani, kita dapat menyimpulkan bahwa partai ingin membangun rezim Oligarki utama adalah partai pro-pemerintah. 

Tapi mudahkah melihat oligarki dalam arti sempit, bila dari sudut pandang Partai Keadilan Sejahtera Rakyat, oligarki adalah  1% yang menguasai 50 orang Indonesia aktif, atau 1% dari populasi.taipan?, dibandingkan dengan 99% dari orang-orang. 

Dengan pemikiran ini, tentu saja, definisi oligarki akan terbatas pada partai-partai di dalam lingkaran kekuasaan, mereka yang berada di dalam lingkaran kekuasaan, dan mengabaikan definisi yang sedang kita coba tonjolkan. Partai-partai yang mengkritik oligarki  takut menyebutkan kontrol kekayaan, paling tidak  karena partai  dan individu mereka juga  merupakan bagian dari 1%. Partai Rakyat, partai yang juga baru terbentuk saat itu, memulai kampanye melawan oligarki melalui Ketua Umum Partai Ummat Syuro. 

Mereka bilang sekarang sedang bekerja keras agar demokrasi kita tidak berubah menjadi oligarki  dan oligarki. "Partai Ummat melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menjaga demokrasi kita agar tidak merosot  menjadi oligarki  dan oligarki. 

Karena oligarki hanya menghasilkan orang-orang yang  martabatnya diinjak-injak dan menderita kemiskinan yang pedih," kata Amien Rais Amien di kanal Youtube resmi Amien Rais, Sabtu 11 September 2021. Sepintas, kutipan ini juga hanya upaya palsu. , kampanye anti oligarki  seperti senjata makan pak, seperti yang kita tahu Amin Rais juga  bagian dari pemodal Kita semua tahu partai PAN  beroperasi sebagai partai keluarga, atau partai Ummat masih. Hal ini  terlihat dengan diangkatnya menantu Amin Rais sebagai ketua umum partai ummat. 

Kita telah melihat dengan jelas pergerakan parpol atau parpol baru  di parlemen saat ini. Sangat jelas kampanye partai-partai tersebut tidak membuahkan hasil atau tidak dibarengi dengan niat untuk menghancurkan oligarki dan menciptakan tatanan baru yaitu masyarakat  adil dan makmur. Jelas bahwa partai-partai ini hanya berkampanye untuk memenangkan suara tanpa berkomitmen untuk menghapuskan plutokrasi. Kampanye anti oligarki sendiri  disuarakan oleh Partai Demokrat, Partai Ummat, dan Partai PKS. 

Partai Keadilan Sejahtera Rakyat  (PRIMA) sendiri berkampanye secara konsisten dan mengerahkan berbagai kekuatan untuk menghentikan oligarki. Dampak kampanye  mulai terasa, seperti telah diuraikan di atas, banyak partai politik mulai mengidentifikasi sumber masalah yang sama, yaitu oligarki. Kampanye anti oligarki yang semakin berkembang menunjukkan bahwa oligarki  memang  menjadi sumber masalah yang harus dicegah. 

Apakah pada akhirnya banyak partai politik oligarki yang saat ini menjadi oposisi akan bergabung dalam kampanye oligarki, atau di masa depan, partai politik di lingkungan pemerintahan juga akan mengkampanyekan oligarki  sebagai musuh bebuyutan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun