Mohon tunggu...
Abdu Alifah
Abdu Alifah Mohon Tunggu... Karyawan

Seorang manusia biasa yang secara kebetulan dianugerahi hobi membaca!

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

"Cantik Itu Luka", Dari Mistis Magis sampai Sosial Humanis

14 Januari 2019   19:26 Diperbarui: 14 Januari 2019   19:58 1965 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Cantik Itu Luka", Dari Mistis Magis sampai Sosial Humanis
jakartaglobe.id



Judul : Cantik itu Luka

Penulis : Eka Kurniawan

Tahun : 2002 (edisi keenam belas; September 2018)

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Dimensi : 21 cm x 14 cm

ISBN : 978-602-03-1258-3

Cantik itu Luka adalah sebuah karya yang sangat rumit namun mengangumkan. Sungguh sangat sulit sekali untuk mengidentifikasi jenis sastra macam apakah ini. Semua gaya kepenulisan sastra seperti bercampur baur dan semua unsur bertaburan disana-sini. Membaca Cantik itu Luka seperti membaca semua isi kepala sang author, Eka Kurniawan. Tetapi jelas itu sangatlah berlebihan, sebab Eka memiliki karya-karya lain seperti Lelaki Harimau, O, Corat-Coret di Toilet, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan lain-lain. Meski begitu, untuk memahami bagaimana konstruksi pemikiran seorang Eka Kurniawan, karya ini sangat penting untuk dijadikan sebuah pijakan.

Cantik itu luka adalah adalah novel pertama Eka Kurniawan, seorang sarjana Filsafat Universitas Gajah Mada lulusan tahun 1999. Sebagai karya pertama, buku ini merupakan karya yang sangat gemilang dengan diterjemahkan ke banyak bahasa seperti Inggris, Jerman, Polandia, Norwegia, Prancis, Jepang, dan lain-lain. Cantik itu luka juga beberapa kali memenangkan penghargaan seperti word readers pada tahun 2016 dan berkat novel ini pula Eka mendapatkan penghargaan sastra bergengsi Tahtifantasi di Firnlandia.

Dari awal membaca novel ini, kita akan langsung disuguhi oleh sebuah kisah yang sangat absurd, seorang perempuan tua bangkit dari kubur setelah dua puluh satu tahun kematian. Sebuah pembukaan cerita yang sangat heboh, tidak masuk akal, tidak jelas, namun disaat yang sama sungguh memibikin penasaran setengah mati dengan cerita-cerita selanjutnya. Eka seakan-akan ingin menunjukan sedari awal bahwa cerita ini akan jadi cerita yang brutal, meriah dan penuh dengan konflik.

Perempuan tua yang bangkit dari kematian itu adalah Dewi Ayu, seorang peranakan Belanda-Pribumi dari keluarga Stammler. Sebenarnya tidak seutuhnya campuran pribumi, sebab Aneu Stammler, yang merupakan ibu Dewi Ayu adalah anak yang lahir dari seorang totok Ted Stammler dan gundik pribumi Ma Iyang. Lalu, ayah Dewi Ayu, Henri Stammler adalah peranakan murni seorang totok Ted Stammler dan Marietje Stammler. Mungkin seperempat pribumi, atau entahlah. Memang rumit, tetapi begitulah Dewi Ayu lahir dari hasil hubungan inses keluarga Stammler.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN