Mohon tunggu...
Media

Editor?

2 Oktober 2017   23:45 Diperbarui: 2 Oktober 2017   23:45 282 0 0 Mohon Tunggu...

Saya adalah seorang pemuda yang tidak begitu meminati dunia penulisan, rasa minat saya mulai muncul semenjak saya menempuh jenjang pendidikan tinggi jurusan Penerbitan di Politeknik Negeri Media Kreatif. Akibatnya dari pendidikan yang sedang saya tempuh kurang lebih selama tiga semester ini, membuat saya mulai mengetahui seluk beluk dunia penerbitan yang sebelumnya sama sekali tidak saya ketahui bagaimana rangkaian proses sebelum terbitnya sebuah buku.

Sebuah hal yang membuat saya cukup berkata "WOW" adalah bahwa dalam prosesnya sebuah buku ternyata melewati langkah yang panjang dan salah satu langkah yang sangat penting dalam penerbitan sebuah buku adalah proses editing. Mengapa editing? Karena menurut saya proses editing adalah sebuah proses 'memasukan ruh' kedalam sebuah buku oleh para editor. Biasanya sebuah buku yang dikenal hanya penulisnya, padahal sejatinya editor juga ikut andil dalam kesuksesan sebuah buku.

Editor bertugas menjembatani penulis dengan penerbit. Karena penulis biasanya tidak familiar dengan lingkungan penerbit dan hanya mengetahui bahwa penerbit hanya tempat menerbitkan buku saja, jadi yang bertugas sebagai perwakilan penerbit bagi penulis adalah para editor yang biasanya ditugaskan oleh penerbit.

Saya sendiri rasanya kurang minat menjadi seorang editor, karena selain pekerjaannya yang membutuhkan ketelitian dan kecermatan yang mana itu memang salah satu hal penting yang dimiliki oleh seorang editor, biasanya juga editor hanya mendapat gaji sesuai perusahaan penerbitan tempat dia bekerja sedangkan para penulis menikmati keuntungan karya tulisnya baik itu dalam sistem royaltii maupun jual putus. Para editor yang telah bekerja keras hanya mendapat uang sesuai ketentuan perusahaannya saja untuk yang di tetapkan sebagai karyawan.

Editor mendapat gaji sesuai perusahaan, sedangkan editor sendiri memerlukan kerja yang memeras otak yang menurut sebagian praktisi editor yang saya temui mengatakan bahwa gaji seorang editor jauh dari penulis yang mana penulis mendapat keuntungan yang biasanya lebih besar dari keuntungan editor.

Namun disisi lain seorang editor yang memiliki etika kerja yang baik memang sangat diperlukan untuk memajukan literasi indonesia agar buku kita selalu berisi konten yang berkualitas.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x