Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Cegah Sabotase dari Perang Ukraina-Rusia Tumpah di KTT G-20 Indonesia

11 November 2022   15:06 Diperbarui: 11 November 2022   18:41 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar G20 dan pasukan Ukraina. Sumber CNNIndonesia.com diedit dan tambahkan oleh penulis

Hampir dapat dipastikan, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadari acara Konfrensi Tingkat Tinggi G-20 Indonesia di Bali yang akan dilaksanakan minggu depan 15 -16 Nopember 2022.

Namun demikian -karena alasan rahasia dan keamanan- jika dimenit-menit terakhir Rusia mengubah keputusannya dan tidak perduli ancaman Presiden Ukraina Volodimyr Zalensky minggat dari arena G-20 (mungkin diikuti oleh beberapa kepala negara lainya) apa dampak yang perlu disikapi Indonesia?

Dampak yang paling dikhawatirkan bukan hengkangnya utusan sejumlah negara barat pro Ukraina, tetapi tentang keselamatan Putin dan utusan Rusia-Ukraina. Secara kongkrit adalah tentang potensi keamanan jiwa Putin pada acara kelas dunia tersebut (mungkin juga termasuk utusan Ukraina).

Persoalan terbunuhnya seorang kepala negara atau raja dalam perjalanan ke sebuah negara lain pernah terjadi beberapa kali. Pembunuhan terhadap putra mahkota, raja dan sejenisnya telah banyak terjadi pada masa sebelum masehi. 

Tapi contoh itu mungkin terlalu jauh, lihat saja kepada sejarah terdekat.

Albert 1 adalah Raja Jerman. Pada 1 Mei 1308 dia dibunuh dalam perjalanan ke Austria di sekitar Windisch.

Murad 1 adalah satu diantara sekian raja pada masa kesultanan Ottoman Turki. Murad dibunuh pada 15 Juni 1389 saat berkunjung ke Kosovo, daerah penaklukan baru Turki ketika itu.

Sami al-Hinnawi adalah Presiden Suriah.  Dalam kunjungan kenegaraan ke Beirut dia dibunuh di kota Beirut pada tanggal 31 Oktober 1950

Ibrahim Hashem adalah Perdana Menteri Jordania. Dalam kunjungan kenegaraan ke Lebanon, dia dibunuh di kota  Baghdad, Irak pada tanggal Pada tanggal 14 Juli 1958.

Wasti Tal adalah Perdana Menteri Jordania lainnya yang dibunuh pada 28 Nopember 1971 di Kairo, Mesir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun