Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ambulance Tidak Perlu "Voorijder Dadakan" dan Pengantar Jenazah Agresif

21 Juni 2021   03:45 Diperbarui: 21 Juni 2021   10:45 125 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ambulance Tidak Perlu "Voorijder Dadakan" dan Pengantar Jenazah Agresif
Gambar : autoindustriya.com

Seseorang yang akan meninggal dunia mungkin tak ada yang berwasiat jika meninggal nanti harus dibawa pulang dari Rumah Sakit ke rumahnya atau dari rumahnya ke tempat pemakaman musti dikawal pembuka jalan Vorijder dan rombongan pengantar yang agresif.

Namun faktanya, dimana-mana mucul fenomena rombongan pengantar jenazah dan Voorijder pengawal Ambulance (ambulans) beringas dan agresif membahayakan pengguna lain jalan raya.

Istilah "Pembuka Jalan" dikenal dengan "Voorijder." Berasal dari bahasa Belanda yang terdiri dari Voor (di depan) dan Rijder (pengendara) yang secara harfiah  berarti pengendara di depan atau kendaraan kawal, meskipun ada juga yang mengartikan "kendaraan di depan."

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993 telah mengatur siapa saja yang berhak mendapat jatah "Voorijder" resmi, mereka adalah : Kendaraan Damkar (sedang bertugas); Ambulans (sedang bertugas angkut orang sakit); Kendaraan sedang menolong kendaraan lain; Kendaraan Presidfen-Perwakilan negara Asing- Tamu Negara; Konvoi kendaraan orang Cacat; Pengangkutan barang khusus berbahaya; dan Iring-iringan Jenazah.

Seperti konvoi kendaraan orang cacat, iring-iringan jenazah kini nasibnya juga sudah jarang mendapat kawal Voorijder resmi kecuali jenazah itu adalah tokoh ternama, pejabat atau pengusaha ternama atau warga yang berkecukupan.

Jika warga masyarakat biasa membutuhkan kawal dari Voorrijder terpaksa harus mencari "Voorijder dadakan." 

Ada beberapa cara mendapatkan Voorijder dadakan, yaitu :

  • Meminta keikhlasan pemotor ojek online (Ojol). 
  • Meminta beberapa anggota keluarga dan kenalan
  • Spontanitas dari rekan sejawat berasal dari rombongan pengantar jenazah
  • Meminta bantuan pada organisasi sejenis Indonesia Escorting Ambulance (IEA)

Sekelas IEA mungkin sudah terlatih tetapi jasa ini dilarang oleh Polisi karena sesuai dengan UU angkutan jalan raya nomor 22 Tahun 2009 sebetulnya telah menempatkan Ambulans pada posisi istimewa, jadi tak perlu dikawal lagi. Kompas.com.

Pengawalan yang dilakukan voorijder amatiran, dadakan dan dari kalangan rombongan pengantar jenazah biasanya agresif, beringas dan mengkhawatirkan.

Mereka mungkin tidak paham kesulitan pengendara lain yang searah atau di depannya disuruh segera menepi atau berhenti padahal situasinya belum tepat menepi akibat terkendala obyek lain di sebelah atau di hadapannya.

Terlambat sedikit kita bereaksi sumpah serapah, makian dan pelototan datang menghujam. Tak perlu alasan walaupun mereka (rombongan) yang salah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN